About

Planet Bloggerian adalah aggregator daripada tulisan-tulisan members Forum Bloggerian.

Subscribe

Untuk mendaftar, menghubungi kami, kasih kritik, saran dll, silakan isi Contact Form.

Desclaimer

The intellectual property of the content that is found in this website belongs exclusively to the origin authors.

Statistics

Bloggerian Top Hits

Feeds

3659 items (3655 unread) in 34 feeds

Related tags: Media [+]

Deddy

  • heello: Situs Jejaring Sosial Baru Penantang Twitter

    Posted: August 12th, 2011, 5:59am WIT by Deddy Andaka
    TagsSocial Media  

    Bisa dibilang, Twitter cukup lama berada di zona nyaman. Serangan-serangan dari situs microblogging lain seperti plurk tak cukup mampu menggoyang kursi empuk Twitter. Namun dua hari yang lalu, tepatnya 10 Agustus 2011, Noah Everett yang merupakan founder dari Twitpic meluncurkan layanan sejenis Twitter yang bernama heello (baca: he – low). Peluncuran situs ini cukup unik karena bertepatan dengan ulang tahun Noah (sama halnya ketika saya melaunching URL shortener kro.co ;) ).

    Entah apa yang dipikirkan Noah sehingga memilih nama yang sangat mengundang untuk typo (salah ketik -red) ini. Banyak yang menganggap peluncuran situs ini merupakan serangan balik Noah setelah sehari sebelumnya Twitter mengeluarkan layanan foto-nya sendiri. Selama ini, Twitpic merupakan salah satu situs layanan foto yang umum ditemui di Twitter client. Di titik ini saya merasa Twitter kelewat batas. Mencoba meningkatkan layanannya namun secara tak langsung bisa ‘mematikan’ layanan orang lain. Perlakuan ini juga terjadi pada layanan penyingkat URL. Setelah layanan penyingkat URL diblokir di Twitter client, saya pun mengembangkan kro.co Tweet yang ternyata mendapat respon cukup baik dari pengguna Twitter. #ehkokjadicurcol ;)

    Kembali ke heello. Sebenarnya tak banyak yang baru di sini. Konsepnya sangat mirip. Pengguna diberikan kapasitas 140 karakter untuk update status. Untuk mention juga masih menggunakan ‘@’ yang diikuti dengan nama pengguna. Hanya beberapa istilah di Twitter mengalami perubahan seperti ‘follower’ menjadi ‘listener’, ‘tweet’ menjadi ‘ping’, ‘reTweet’ menjadi ‘echo’. Stream di heello terupdate otomatis dan berkelanjutan. Kalau terlalu banyak yang di-listen tentu akan sangat mengganggu, mungkin heello harus memikirkan hal ini di kemudian hari. Heello juga dapat menampilkan foto dan video di stream. Nah, untuk pengguna Twitter, fitur seperti ini sebenarnya sudah ada di kro.co Tweet lho… Yang sedikit membedakan, di heello ada private group conversation. Jadi semacam DM di Twitter cuma bisa dilakukan ke sekelompok orang.

    Bagaimanapun, situs jejaring sosial yang baru ini layak dicoba. Setidaknya, karena masih baru pilihan untuk nama pengguna masih banyak tersedia. Termasuk mereka yang ingin menggunakan nama pengguna yang cukup pendek sehingga menghemat karakter status.

    Cobain deh!

    Oh iya, kalau sudah bergabung jangan lupa follow… eh listen says di @ded ;)

    Related Posts:
    Permalink for 'Deddy/2011/08/12/heello__Situs_Jejaring_Sosial_Baru_Penantang_Twitter'
  • Berkenalan dengan Google+

    Posted: July 11th, 2011, 5:18am WIT by Deddy Andaka
    TagsSocial Media  

    Tanggal 28 Juni lalu, Google memperkenalkan layanan terbarunya bernama Google+ yang merupakan situs jejaring sosial semacam Facebook. Saat ini Google+ hanya dapat digunakan oleh pengguna terbatas yang mendapatkan undangan dari pengguna lain. Beruntung saya mendapatkan undangan tersebut dan dapat mencicipi beberapa fitur Google+ yang akan saya bagi kali ini.

    Sebagai sebuah situs berbasis pertemanan, ada beberapa hal mendasar yang memang harus ada seperti profil, foto, status update, group, dll… Hanya Google+ mencoba membuatnya sedikit berbeda.

    1. Circle

    Inti dari Google+ ini ada pada Circle atau lingkaran pertemanan. Konsepnya adalah kita biasanya mengelompokkan orang-orang di sekitar kita menjadi kelompok-kelompok tertentu, misalnya keluarga, teman SMA, Kuliah, rekan kerja, Blogger, atau yang lainnya. Namun Circle ini tidak sama dengan Group di Facebook karena kita tidak perlu meminta persetujuan seseorang untuk kita masukkan ke dalam lingkaran tertentu dan orang tersebut juga tidak dapat melihat dia masuk ke circle apa. Setiap orang dapat dimasukkan ke dalam beberapa circle yang berbeda.

    Ketika kita akan membagikan sesuatu, kadang kala kita tak ingin membagikannya ke semua orang. Di sanalah fungsinya circle. Jadi ketika kita membagikan foto reuni teman SMA ke circle teman SMA, maka hanya yang masuk dalam circle itulah yang menerima update tersebut.

    Pertemanan di Facebook sifatnya simetris, jadi harus saling add dulu agar bisa berinteraksi. Sistem follower di Twitter sifatnya asimetris, follow seseorang belum tentu difollow balik. Nah, Circle di Google+ ini mengadopsi kedua sistem tersebut. Kita bisa menambahkan seseorang ke dalam circle tertentu dan orang tersebut berhak pula tidak menambahkan kita ke dalam circle mereka. Kalau di dunia nyata, kita menganggap dia teman tapi dia tidak menganggap kita siapa-siapa. Haha… istilahnya SKSD, sok kenal sok deket! D Atau bisa juga meskipun saling menambahkan dalam circle tertentu, tapi bila tak pernah berbagi public content maka yang terjadi hanyalah pertemanan biasa.

    2. Stream

    Di Facebook kita menyebutnya Wall dan di Twitter kita menyebutnya Time line. Saat ini ada tiga hal yang dapat kita lihat di stream Google+: Circle, Incoming, dan Nearby.

    • Circle akan menampilkan update dari dari orang-orang yang kita masukkan ke circle kita dan memasukkan kita ke circle mereka. Update yang ditampilkan dapat berupa public content atau content khusus yang dibagikan ke circle tertentu (bila kita masuk ke dalam circle tersebut).
    • Incoming akan menampilkan update dari orang-orang yang memasukkan kita ke circle mereka namun kita tidak memasukkan mereka ke circle kita, dan orang tersebut berbagi content ke circle di mana kita masuk di dalamnya.
    • Nearby sepertinya stream yang satu ini akan menampilkan update dari orang-orang yang ada di sekitar kita (berdasarkan lokasi tentunya). Saat ini sih masih belum ada update yang ditampilkan di stream saya yang ini D
    3. Sparks

    Sparks adalah sebuah fitur yang memungkinkan kita untuk memfollow suatu topik. Misalnya, sebagai pendukung Juventus, saya menambahkan “Juventus” dalam Sparks list saya. Maka saya akan dengan mudah dapat membaca update tentang Juventus dan mebagikannya ke circle saya.

    4. Hangout

    Fitur ini memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan circle kita melalui live webcam dan menggunakan Google Voice and Video Plugin. Hmm, fitur yang ini belum sempat saya coba.

    Bagaimana, menarik bukan? ;)

    Yang ingin diinvite untuk dapat menggunakan Google+ silakan sertakan email yang valid di kolom komentar.

    Related Posts:
    Permalink for 'Deddy/2011/07/11/Berkenalan_dengan_Google_'
  • Pilih mana, “Become a Fan” atau “Like”?

    Posted: April 21st, 2010, 8:54pm WIT by Deddy Andaka
    TagsSocial Media  

    Sejak kemarin, Facebook resmi mengubah tulisan “Become a Fan” di Page dengan “Like“. Terus terang, hal ini lebih membuat saya lega. Selama ini saya agak ragu juga memasang badge di sidebar blog ini dengan tulisan “Andaka.com, Become a Fan“. Duh… memangnya saya siapa sampai orang ngefans sama saya? Selebritis bukan, atlet terkenal juga bukan.

    Kalau sudah begini saya juga lebih enak ngajak temen-temen untuk joinan di page Andaka.com. Yang bergabung pun tidak merasa terbebani untuk menjadi fan saya, kan? Hahaha…

    Namun ternyata hal ini mendapat respon keras dari pengguna Facebook. Page-page berupa dukungan “Becoming a Fan” pun bermunculan. Malah sampai ada page yang mengatakan: A little part of me died inside, when ‘become a fan’ changed to ‘like’, atau I want to ‘Become a fan’ of things, not ‘Like’ them.

    Ada benarnya juga. Saya tentu lebih bangga disebut fansnya Juventus dari pada hanya menyukai. Suka itu mudah sekali berubah menjadi tidak suka. Fan itu jauh lebih kuat dari sekedar suka.

    Hmm… Kenapa ngga dibuat fleksibel aja bagi pengelola page untuk memilih pagenya mau dibuat “Become a Fan” atau sekedar “Like” ya?

    Related Posts:
    Permalink for 'Deddy/2010/04/21/Pilih_mana__%e2%80%9cBecome_a_Fan%e2%80%9d_atau_%e2%80%9cLike%e2%80%9d_'
  • 6 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Membuat Account di Twitter

    Posted: February 19th, 2010, 12:00am WIT by Deddy Andaka
    TagsSocial Media  

    Belum punya Twitter? Ayo join sekarang! Meski bukan barang baru tapi belum terlambat kok kalau mau join sekarang. Saya meskipun sudah lama bikin account, tapi baru seminggu ini ikutan nimbrung di situ (sebelum-sebelumnya saya setting feed otomatis dari status Fanpage Andaka.com di Facebook).

    Awalnya saya mikir, apa sih asiknya Twitter. Bukannya sama aja seperti update status Facebook? Ternyata wah… seru juga oi )  Nah, tulisan ini ditujukan untuk mereka yang belum punya Twitter atau seperti saya dulu, setelah join Twitter ngga tahu harus ngapain. Ayo buka account Twitter sekarang, lalu ikuti 6 hal yang harus dilakukan setelah join Twitter berikut:

    1. Pimp Your Profile and Design
    Pertama, edit profile dan dandani tampilan Twitternya. Masuk ke bagian Setting, lalu pilih Profile untuk menambahkan nama, lokasi, website dan biodata. Lalu ke bagian Design, di sana kita bisa memilih template yang sudah ada, atau bisa juga mengganti background dengan gambar atau foto yang kita punya. Bisa juga dipilih sesuai dengan warna favorit kita.

    Stop baca! Lakukan sekarang…

    2. Follow Others
    Twitter ngga bakal asik klo cuma kita sendirian. So, tambahkan orang-orang yang kita kenal ke daftar follow kita. Bisa dari keluarga atau blogger-blogger yang kita kenal. Untuk rekomendasi awal, saya sarankan untuk follow Twitternya blogger-blogger berikut: @enda, @ndorokakung, @ridu, @tikabanget atau @radityadika boleh juga tambahkan @deddyandaka )  Dijamin nanti rame deh halaman update-nya. Hehe…

    Stop baca! Lakukan sekarang…

    3. Install Aplikasi Pendukung
    Memang bisa saja kita maen Twitter lewat web langsung, tapi biar nanti nge-twit-nya tambah asik, install aplikasi pendukung. Ada banyak aplikasi pendukung untuk Twitter. Yang saya gunakan sih TweetDeck. Dengan alikasi tersebut, kita ga perlu lagi untuk buka web kalau mau login ke account Twitter kita. Cukup lewat aplikasi tersebut, setiap ada update akan ada bunyinya. *Twiiiiit* D

    Stop baca! Lakukan sekarang…

    4. Kenali Aturannya
    Apa??? Di Twitter ada aturan segala? -Hey hey… “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Sebelum masuk ke suatu sosial media, ada baiknya kita mengenal “budaya” yang sudah ada. Lagipula bukan aturan yang rumit kok ;)

    @username : simbol ini untuk menyatakan kepada siapa kita bicara. Misalnya kalau ingin menulis pesan di status yang ditujukan ke saya, maka bisa tulis @deddyandaka testing komentar. Perlu diingat, cara ini akan terupdate pada status Anda sehingga akan dapat dibaca oleh semua orang (kecuali anda membuat account Twitter Anda menjadi privat). Dan saya akan menerima notifikasi kalau ada pesan yang ditujukan ke saya. Kalau Anda pilih reply, maka simbol ini akan otomatis muncul.

    D(spasi)username : ini kalau ingin menulis pesan langsung (direct message) ke username tertentu. Jadi tidak akan terupdate di status. Seperti privat SMS ) Contoh: D deddyandaka ini contoh pesan langsung.

    RT : Re-Tweet, artinya Anda menyampaikan ulang berita yang disampaikan orang lain. Bingung? Ok, misal saya tulis begini: Ada @enda dan @ndorokakung di #TvOne. Nah, ketika Anda re-tweet, maka status Anda akan terupdate begini: RT @deddyandaka: Ada @enda dan @ndorokakung di #TvOne. Dan pesan tersebut akan diterima oleh followers Anda.

    # : Hash Tag. Seperti contoh di atas, saya menambahkan # di depan TvOne. Ini akan membuat TvOne menjadi sebuah link yang kalau diklik akan membawa kita ke halaman khusus yang mengumpulkan tulisan dari member Twitter di seluruh dunia yang sedang membicarakan TvOne. Keren kan? )

    140 Karakter. Twitter hanya membolehkan kita menulis 140 karakter pada status kita. Jadi sampaikan pesan seefektif mungkin, bila perlu gunakan singkatan-singkatan yang sudah umum. Kalau ingin menambahkan URL yang panjang, bisa diperpendek dulu di situs-situs seperti bit.ly.

    Etika. Anda tak ingin seperti kasus Luna Maya yang dituntut wartawan infotainment karena dianggap menghina kan? Atau seperti kasus Marsha Saphira yang sedang panas-panasnya. Yah, musti diingat… meski ini dunia maya, tapi kita berhadapan dengan orang-orang nyata )

    5. Join The Conversation, Join The BUZZ
    Anda bisa saja mengupdate status Anda dengan hal-hal yang Anda suka. Namun untuk awal-awal jangan berharap terlalu banyak kalau status Anda akan ditanggapi orang lain. Lebih baik Anda melibatkan diri pada percakapan orang lain (bisa dengan reply atau re-tweet di atas).

    6. Spread Your Tweet
    Nah, sekarang waktunya mempromosikan Twitter Anda. Tampilkan di profile Facebook, forum atau bisa juga memasang link di sidebar blog Anda (contoh: lihat sidebar blog ini). Kalau Anda pengguna Wordpress akan ada banyak plugin yang memfasilitasi Twitter ke blog Anda.

    Ok, sekian dulu. Mudah-mudahan tips singkat ini bermanfaat untuk mereka yang ingin mulai bergabung di Twitter. Ayo nge-tweet, ayo bicara… )

    Related Posts:
    Permalink for 'Deddy/2010/02/19/6_Hal_yang_Harus_Dilakukan_Setelah_Membuat_Account_di_Twitter'
  • Social Media Sebagai Sebuah Platform

    Posted: February 10th, 2010, 8:57pm WIT by Deddy Andaka
    TagsSocial Media  

    Lagi-lagi media jejaring sosial mendapat sorotan di TV. Dan untuk kesekiankalinya yang menerima bola panas itu adalah Facebook. Sekedar kilas balik, tentu saja masih kita ingat bagaimana aksi Marshanda yang bikin heboh dengan video curhatnya di YouTube, atau status Luna Maya di Twitter yang bikin telinga wartawan infotainment menjadi merah.

    Berbeda dengan 2 kasus di atas, sorotan di Facebook justru sering mengenai orang-orang yang bukan publik figur. Ada yang disidang karena maki-maki pacar baru dari mantannya (duh ribet), ada juga oknum brimob yang bikin status nyeleneh di Facebook tentang polisi yang tak butuh masyarakat (waktu heboh-hebohnya kasus cicak vs buaya). Atau… yang paling hangat adalah tuduhan melarikan anak orang!

    Mungkin sudah menjadi budaya kita untuk mencari si kambing hitam. Dan ada saja pihak-pihak yang kemudian menunjuk media sosial ini sebagai biang keladinya. Apa memang begitu?

    Menurut saya, Sosial media itu seperti sebuah platform. Dalam konteks ini adalah sebagai bingkai kerja (framework) dari suatu aktivitas manusia. Karena itu tidak selayaknya kita lantas menyalahkan media sosial sebagai pihak yang harus bertanggung jawab (duh… kayak kasus Bank Century aja…).

    Meski Indonesia dikatakan negara ke-3 di Asia yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang kuat setelah China dan India, nyatanya kita belum sekuat China yang sampai berani melarang akses ke salah satu perusahaan (raksasa) terbaik dunia, Google (baca: Google v. Baidu: Which company will win China?)

    Semua kembali pada yang menggunakan. Apakah untuk niat yang baik ataukah buruk. Dan semua tidak sehitam-putih itu. Kalau sudah begini, masih mau melarang orang menggunakan Facebook? Paling tidak, sampai tulisan ini dibuat, salah satu poin Term di Facebook masih belum berubah.

    “You will not use Facebook if you are under 13″

    Mungkin batasan usianya perlu dinaikin lagi nih. 17 tahun mungkin? Anda juga bisa melaporkan kalau menemukan pengguna Facebook dibawah 13 tahun dengan mengisi formulir Report an Underage User di sini.

    *images taken from mandarich.com*

    Related Posts:
    Permalink for 'Deddy/2010/02/10/Social_Media_Sebagai_Sebuah_Platform'

Firman

  • Kembali menggunakan Twitter

    Posted: March 12th, 2009, 10:59pm WIT by Firman Firdaus
    TagsSocial  
    Tanpa bermaksud menjilat ludah sendiri (meski sah-sah saja, lha wong ludah saya sendiri :) ), akhirnya saya putuskan untuk kembali menggunakan Twitter. Bedanya, jika sebelumnya Twitter lebih banyak saya gunakan untuk “bersenang-senang”, kini lebih saya tujukan untuk keperluan pekerjaan. Saya ingat, ketika dulu membutuhkan font lewat Twitter, banyak teman yang langsung membantu. Itu hanya salah satu [...]
    Permalink for 'Firman/2009/03/12/Kembali_menggunakan_Twitter'
  • Berhenti menggunakan Twitter

    Posted: November 8th, 2008, 7:53pm WIT by Firman Firdaus
    TagsSocial  
    AWALNYA adalah sebuah keingintahuan. Saya mencoba untuk mengombinasikan beberapa fitur RSS di hampir seluruh aplikasi jejaring sosial yang saya ikuti, mulai dari Friendfeed, Twitter, Facebook, Tumblr, dan blog saya sendiri. Di luar dugaan, ternyata eksperimen saya kacau balau, terutama yang menyangkut Friendfeed dan Twitter. Masalahnya sebenarnya cukup simpel: Friendfeed menangkap setiap entri saya di Twitter, tapi juga [...]
    Permalink for 'Firman/2008/11/08/Berhenti_menggunakan_Twitter'
  • Mengapa Anda memilih dia?

    Posted: September 2nd, 2008, 6:25am WIT by Firman Firdaus
    TagsSocial  
    SEORANG teman, yang kelihatannya sedang gamang dalam memilih pasangan, bertanya kepada saya: “Bagaimana kamu bisa yakin dan tahu kalau wanita yang kamu pilih adalah wanita yang tepat sebagai pendamping hidup seumur hidupmu?” Terus terang saja, saya selalu merasa kesulitan jika ditanya begitu. Jawab saya biasanya, “I just knew it.” Bagaimana dengan Anda? Bagamana Anda memutuskan kalau seseorang [...]
    Permalink for 'Firman/2008/09/02/Mengapa_Anda_memilih_dia_'
  • Hukuman mati

    Posted: July 26th, 2008, 8:39pm WIT by Firman Firdaus
    TagsSocial  
    APAKAH Anda setuju atau tidak setuju terhadap hukuman mati? Jika setuju, apa alasannya? Jika tidak setuju, apa alasannya?
    Permalink for 'Firman/2008/07/26/Hukuman_mati'

DtG

  • musim kawin, eh nikah ???

    Posted: October 8th, 2007, 6:42am WIT by dahri
    TagsSocial  
    banyak ajah yang mo tahun ini. I figured everybody has the season coming, misalnya, kakak loe pasti udah pernah ngalamin musim nikah itu. yang gw maksud musim nikah itu, dimana teman2 pada rame yang mo nikah, dan dalam setahun itu ada (cukup) banyak undangan yang dilayangkan ke alamatmu, huhuhu. Nah diitung2 tahun ini udah ada 5 undangan, dan [...]
    Permalink for 'DtG/2007/10/08/musim_kawin__eh_nikah____'