Weblog aggregator Bloggerian
Sejak setahun lalu, pemerintah secara resmi mencanangkan Pulau Nusa Penida (Kab Klungkung, Bali) sebagai Taman Energi Terbarukan (Renewable Energy Park). Cuma, kelihatan sekali kalau konsep ini masih sangat mentah dan tidak benar-benar terkelola dengan baik.
Bukti pertama ialah tidak memadainya tenaga ahli yang bisa mengembangkan konsep ini menjadi lebih kreatif. Kedua, belum terpadunya pengembangan sumber-sumber energi terbarukan. Ini misalnya terlihat dari lahan penanaman jarak (Jatropha curcas) yang lokasinya terpisah-pisah, tidak efektifnya riset mengenai terowongan angin yang membuat lima menara kincir angin (masing-masing seharga Rp4 miliar dengan kapasitas total 400 kilowatt) sama sekali tidak mau berputar (mesti dipancing dulu menggunakan disel dari PLN), dan lemahnya dukungan masyarakat lokal karena diduga kurangnya sosialisasi kepada warga asli yang memiliki karakter keras dan “cuek”.
Sumber energi yang mungkin bisa diharapkan oleh sekitar 46.000 penduduk pulau ini adalah dari panel-panel surya dengan luasan total sekitar 100 meter persegi.
Namun, yang disayangkan ialah bermainnya korporasi-korporasi besar yang sepertinya mulai “menguasai” aset-aset energi terbarukan tersebut.
BIASANYA, jika ada isu yang berembus besar-besar di masyarakat, ada dua kepentingan yang bermain di belakangnya: ekonomi dan politik. Bagaimana dengan perubahan iklim?
Solar scientists predict that, by 2020, the sun will be starting into its weakest solar cycle of the past two centuries. They say this will likely lead to unusually cool conditions on Earth. It is also predicted that this cool period will go much longer than the normal 11 year cycle, as the Little Ice Age did. The climate threat is actually cooling, especially to countries like Canada. On the northern limit to agriculture in the world, very little cooling would likely destroy much of its food crops.
The Little Ice Age—the coldest period in the past 1500 years—corresponded perfectly with the Maunder Minimum. There was virtually no sunspot activity for almost seven decades in the Maunder Minimum(per Willie Soon/ Harvard/Astrophysics). It turns out that for those 60-70 years the northern half of our globe was in a deep freeze. The New York harbor froze, allowing walkers to journey from Manhattan to Staten Island, and the Vikings abandoned Greenland–a once verdant land that became tundra. In that Little Ice Age, Finland lost 1/3 of its population and Iceland 1/2.
Which one should we believe? The warming or the cooling?