About

Planet Bloggerian adalah aggregator daripada tulisan-tulisan members Forum Bloggerian.

Subscribe

Untuk mendaftar, menghubungi kami, kasih kritik, saran dll, silakan isi Contact Form.

Desclaimer

The intellectual property of the content that is found in this website belongs exclusively to the origin authors.

Statistics

Bloggerian Top Hits

Feeds

3661 items (3657 unread) in 34 feeds

  • Kumpul Bloggerian 2009 Pt.1

    Posted: February 8th, 2009, 5:21pm WIT by Ikez
    TagsCommunity Events  

    Ngumpul bareng lagi bersama Bloggerian komunitas blog tertua di Indonesia. Yang datang memang berempat saja (Markidi, Isni, gue dan Agus), sepertinya hanya itu saja yang dibilang Bloggerian “sejati” :)) Maklum, temen-temen lain sudah termakan usia masing-masingĀ  sudah beda urusan, seperti keluarga, kerja, dlsb jadi banyak yang berhalangan datang. Lokasi pertemuan kali ini di Sky Dining @Solaria Plaza Semanggi dan dilanjutkan ke kantor Didi (belakang FX) untuk menikmati kekayaan bandwidth pemerintah :))

    Bloggerian @Solaria Sky Dining

    Permalink for 'm_d/2009/02/08/Kumpul_Bloggerian_2009_Pt.1'
  • Liburan Akhir Pekan di Bandung

    Posted: February 2nd, 2009, 1:14am WIT by Ikez
    TagsThe Weekend  

    Sedari semalem hujan mengguyur Bandung, setidaknya daerah Dago. Berat rasanya bangun untuk kembali ke kota Jakarta mengais dollar. Penginnya lebih lama lagi berada di Bandung, menikmati suasananya, baik pagi siang maupun malam. Nyaman buat berlama-lama istirahat seharian. Tetapi pun temen-temen sudah banyak hijrah ke kota metropolitan. Bangun pagi-pagi, menyiapkan segala sesuatunya dan mau ga mau berangkat.

    Melangkah dengan diiringi hujan rintik-rintik, gue memenuhi angkot yang mengangkut mahasiswa ITB, yang tertangkap dengar oleh kuping gue kalo mereka bit stress dengan quiz hari ini. 80% isinya mahasiswa di dalam angkot. Hanya gue yang bercelanakan selutut. Spot pemberhentian sudah pasti di lokasi dekat kampus. Gue mendapati kejadian yang dulu juga pernah berlaku sama gue. Seorang pemuda, ditaksirkan masih semesteran awal-awal. Dia menyerahkan uang 50.000 rupiah untuk membayar angkot, apa yang terjadi tentu saja mudah ditebak. Supir angkotnya langsung menyatakan ga ada kembalian dengan uang sebesar itu. Agak kesel dari nadanya, karena masih pagi-pagi dia baru narik sudah disodor uang dengan nominal besar untuk tarif si penumpang hanya 1.000 rupiah saja dari tempat daerah kost gue. Akhirnya pemuda tadi digratiskan, ga perlu bayar angkot daripada si abang supirnya rugi recehan dan uang kembaliannya habis buat si doski.

    Hal itu menggelitik gue, si mahasiswa itu gue yakin dia bukan pertama kali naek angkot itu, dan tentu saja bukannya ga boleh memiliki uang dengan nominal tersebut. Hanya saja, tidakkah bisa sedikit berpikir kalo tarifnya sampe ke lokasi itu hanya membutuhkan nominal sekian. Jangan lah pula menyusahkan si sopir angkot (meski kadang-kadang sopir angkot juga mengesalkan penumpang). Hendaknya bisa mempersiapkan uang pas atau receh untuk naik angkot, kalopun perjalanannya jauh masih make sense karena tarifnya sudah pasti beda dan hitungan terjauh. Kejadian itu bukannya 2-3 kali gue melihatnya. Gue merasa itu bisa jadi semacam akal-akalan saja dengan memberi uang sebesar itu, kalo 10ribu masih bisa laa walaupun kadang diterima dengan dengusan kecil.

    Hal yang kurang lebih sama adalah ketika sedang membeli barang atau pun jasa di suatu tempat, sering ditanya “ada uang pas?” Kadang pun nominal uang yang gue serahkan ga terlalu gede, untuk ukuran suatu tempat jual beli yang cukup besar terkadang membuat gue risih. Jadi kalo mau kemana-mana, untuk membeli sesuatu itu harus siap sedia uang pas, ga boleh pake uang gede-gede. Punya uang banyak salah, punya uang sedikit salah juga. Seesh…

    Lanjut, gue turun dari angkot dengan sambutan air hujan yang masih menyiram dari langit. Tiba dan langsung bayar uang travel Star Shuttle Cihampelas. Dan, hal di atas tadi kejadian lagi dong, “ada uang pas?” padahal.. ah sudahlah..

    Gue masih memilih naik travel BDG – JKT ini karena pertimbangan masih murah ketimbang travel lain yang serupa dan marah di Bandung. Hanya sayangnya soal kualitas operasionalnya belum organized semacam X-Trans, CitiTrans atau Cipaganti. Ga ada announce jelas kalo sudah saatnya masuk mobil, bisa jadi ada penumpang yang sedang menunggu di lobi dalam tidak ngeuh kalo uda pada naik. Terus sopirnya pun pagi tadi sepertinya kurang ramah, tidak menjadi soal hanya saja pembawaannya a bit bumpy, beberapa kali gue terbangun tidur. Satu hal lagi, jadwalnya menjadi tidak on time, karena masih terlalu besar toleransi buat penumpang yang tidak on time, jedanya bisa 15 menit. Ya sudaa.. gue hanya penumpang biasa, bisanya ngeluh gini-gini saja.

    Tiba di kantor dengan selamat.

    Tentu saja gue akan kembali ke Bandung, begalor bersama kawan-kawan yang ada dan tersisa. Kemarin acaranya adalah begalor (bergaul – istilah dari Belitung) di Cloud 9 dengan formasi sama sewaktu liburan ke Belitung kemarin, minus Kuda. Sehabis nongkrong, kita unjuk kebolehan suara di NAV Plaza Dago sampe dini hari. Dan kembali ke peraduan masing-masing, dan hujan pun langsung menghampiri. Besoknya, gue datang ke diskusi sekaligus ngariung BBV di Common Room, terus berakhir di Bebek Van Java.

    Permalink for 'm_d/2009/02/02/Liburan_Akhir_Pekan_di_Bandung'