Wacana liburan saat itu langsung disambut dengan cepat dan tanpa syak. Beberapa bijik manusia yang penuh tekanan harian dan bulanan sepakat untuk melakukan perjalanan ke sebuah pulau, melepaskan diri dari hal-hal yang menjemukan keseharian di kota besar. Siapa yang menyana (gue suka sekali dengan kata dasar ‘nyana’), kalau pulau yang dibidik adalah Pulau Belitung sebagai sasaran tempat penyucian dosa besar tsb. Bermula dari Pertemuan Warpas (berlokasi Warung Pasta) di suatu malam di kota dingin Bandung, 4 muda mudi membuncahkan wacana liburan, dan hanya per mili detik saja kata sepakat itu muncul tanpa birokrasi yang punya tele-tele.
Setelah menenggak refill teh lemon gelas demi gelas, kami pun pulang dengan langkah yang penuh dengan iringan sepakat, liburan ke Belitung! Oh yesss! Sudah lama sekali gue ga ke sana, setelah menginjak tanah di sana pertama kalinya sewaktu gue masih bercelana pendek merah, SD!
Cukup basa-basinya, 6 muda mudi yang akhirnya berangkat ke Negeri Laskar Pelangi tersebut. Berangcut dengan Sriwijaya Air, tadinya mau berangkat dengan kapal laut dengan alasan lebih murah dan spending waktu lebih lama di laut bersama kawan-kawan ramai-ramai, hanya saja kondisi laut sedang tidak memungkinkan saat itu (bulan ini), di mana gelombang laut yang mencapai 4 meter tingginya. Setibanya di sana disambut oleh Ciktur dan Dewi F, sanak famili gue di Belitung. Been a long time, dudes. Kami pun langsung diangkut dengan angkot carteran, sesaat mengelilingi kota Belitung, memperkenalkan lokasi ATM BNI, Mandiri, dan BCA yg sangat dikhawatirkan dari awal2 oleh 6 muda-mudi tadi, kalau-kalau di sana ga ada ATM (riteee…)
Kami pun menginap di rumah Dewi F, sepupu gue. Hari pertama kami sudah menyambangi pantai Tanjung Pendam dihiasi makanan model tekwan, kelapa muda, dan batagor. Model tekwan-nya enak banget, affirmative. Mulailah esoknya kami melakukan petualangan mengeksploitasi keindahan pantai-pantai Belitung dengan bekal kamera digital. 3 pria dan 3 perempuan bersiap dengan dandanan ala anak pantai, kami pun bersenang-senang!
Kami setuju dan sepakat kalau pantai yang ada di sana (beberapanya, mostly) sungguh indah dan masih natural. Mohammad Ikwan atau yang dikenal dengan Kuda pun mengamininya, cetusnya “super gokil!”. Gue senang kalau teman-teman gue senang dan menikmati keindahan pantai-pantai Belitung. ;)
Kemana saja pantai dan daerah yang dikunjungi?
- Tanjung Pendam
- Teluk Gembira (Gembira Bay)
- Batu Lubang
- Tanjung Kelayang
- Tanjung Tinggi
- Kepice
- A1
- Sekolah SDN Muhammadiyah yang dijadikan lokasi setting film “Laskar Pelangi”
- Bukit Batu
- Vihara Dewi Kwan Im
- Burung Mandi
- Bukit Berahu
- Pulau Lengkuas
- Pulau Burung
- Burok Beraye (air terjun)
Itulah tempat-tempatnya, selama hampir seminggu kami isi dengan jalan-jalan dan menyambangi lokasi tsb. Formasi pasukan ini terdiri Gue (Michael Schumacher lokal), Dina (kasir), Kuda (The man behind photos), Arfin (second driver, Collin McRae cabutan), Sendy K (penasihat perjalanan, Bu Mus-wannabe), Dewi IS (penggembira, penyanyi latar selama perjalanan).
Lokasi yang paling berkesan adalah Pulau Lengkuas. Pulau-pulau kecil yang tidak terlalu jauh dari Pulau Belitung yang bisa ditempuh kurang lebih setengah jam saja. Di sana ada banguan mercu suar yang juga dijadikan lokasi klip video-nya Nidji untuk soundtrack Laskar Pelangi. 3-4 orang saja yang menghuni pulau kecil nan indah itu. Ga bisa hanya disebutkan saja, tapi harus merasakannya langsung! Tidak akan menyesal dan patut juga dijadikan tempat bulan madu, bagi yang mau bumbu petualangan. Pemandangan matahari terbenam (sunset) pun ga kalah (superb) dengan negeri lain, hanya saja masih banyak mereka yang belum menyadarinya.
Tidaklah terkira keindahannya, kami pun sangat menikmatinya. Dan keinginan untuk kembali lagi juga tidak kecil. Dan, kami pun tidak lupa mengucapkan terima kasih banyak kepada Ciktur dan keluarga, Dewi F dan sekeluarga yang telah banyak membantu selama di Belitung. Satu hal yang gue masih kagum adalah keramahan budaya melayu sana, dan issue security yang masih lumayan baik, contohnya masih banyak orang yang meninggalkan kunci motor di motor, saking amannya! Tidak seperti Jakarta atau kota besar lainnya, jangan ditanya!
Soon or later, we’ll be back. Another season of our adventure!
The photos :

Foto-foto lebih lanjut bisa dilihat di Facebook gue.