About

Planet Bloggerian adalah aggregator daripada tulisan-tulisan members Forum Bloggerian.

Subscribe

Untuk mendaftar, menghubungi kami, kasih kritik, saran dll, silakan isi Contact Form.

Desclaimer

The intellectual property of the content that is found in this website belongs exclusively to the origin authors.

Statistics

Bloggerian Top Hits

Feeds

3661 items (3657 unread) in 34 feeds

  • Cari Duit = Perlu Duit

    Posted: June 21st, 2007, 2:00pm WIT by isni

    Cari duit emang perlu duit. Misalnya kita mau bikin usaha kita perlu duit buat modal usaha. Waktu dalam proses awal mencari duit untuk bekerja (melamar pekerjaan) kita perlu duit buat beli amplop, bayar pos, atau bensin buat mengantarkan surat lamaran tersebut. Kalo ada proyek, biasanya juga perlu duit soalnya ga ada klien yang mau bayar semua ongkos produksi didepan.

    Yang lebih parah, banyak oknum yang manfaatin sindrom akut pengangguran - dengan gejala suka menjedot-jedotkan kepala di malam hari-, untuk mendapatkan keuntungan yang tidak halal.

    Seorang saudara saya melihat lowongan kerja di koran. Di lowongan itu, pelamar bisa mengirim SMS untuk mendaftar sebagai pelamar.

    “Bu, Saya mau ngelamar kerja sebagai operator produksi. Kualifikasi saya adalah bla bla bla bla..”
    “Saudara x, anda ada panggilan interview. Silahkan datang besok jam 09.00-12.00 ke Jl. Salemba No.x Gedung x lantai x.”
    “Tapi bu, saya ga punya duit. Kira-kira nanti bayar ga? Saya dari bekasi. Lebih baik saya nanya dulu.”
    “Iya bayar. Saya jujur sama kamu. Lebih baik kamu ga usah datang kalau ga ada duit. Kasian kamu cape-cape datang dari jauh. Thanks ya..”
    “Kalau bayar berapa kira-kira Bu? Terus apakah setelah membayar saya sudah pasti kerja? Mana tau saya dibohongin, duit sudah saya kasih tapi saya ga kerja.”
    “Kamu datang aja, ntar saya jelasin. Ga usah bayar dulu. Kalau kerja mah dijamin.”

    Dari balas membalas SMS tadi, saudara saya sempat tertarik untuk datang. Ketika Saya ceritakan bahwa banyak terjadi penipuan kepada pelamar kerja, ia berargumen bahwa memang saat ini, hampir semua pekerjaan - terutama operator produksi mensyaratkan untuk membayar uang (yang biasanya berkisar satu sampai dua juta) agar dapat bekerja. Betapa lemahnya posisi orang yang sedang melamar pekerjaan. Sampai-sampai rela untuk memberikan uang. Yang belum tentu menjamin akan mendapatkan pekerjaan setelah menyetor uang tersebut.

    Akhirnya ia mengurungkan niatnya. Walaupun ia sadar, kepalanya akan semakin benjol akibat “sindrom akut pengangguran tingkat tinggi”.

    Permalink for 'Isni/2007/06/21/Cari_Duit___Perlu_Duit'