SENSOR kembali diwacanakan. Opini mengenai pemberangusan terhadap kebebasan digaungkan. Nirwan Ahmad Arsuka di Kompas Minggu (27/1) menggugat keras diberlakukannya sensor.
Kebebasan pers yang kebablasan dewasa ini di negeri kita karena kita begitu terlambat memperoleh kebebasan itu.
Ah. Saya tidak begitu mengerti kebebasan yang seperti apa yang diinginkan orang-orang itu.