MENDENGAR dan mengetahui ada beberapa blogger yang akhirnya membuat buku based on their blog posting, timbul perasaan antara senang dan bingung.
Senang karena menerbitkan buku, atas nama diri sendiri, bagaimana pun merupakan prestasi. Buku, kata pepatah lama, adalah sebuah jejak abadi (itu kalau bukunya ndak dibakar) dalam rentang kehidupan manusia.
Lalu, kenapa saya bingung?
Ya karena jadi semakin absurd. Bukankah blog merupakan media alternatif, new media, terhadap media lama semisal koran, majalah, dan buku? Bukankah kata orang blog itu mampu berbuat lebih banyak, memuat cerita lebih panjang, tak berbatas halaman, tak terkendala aturan tata-bahasa dan bahkan norma, dan mampu menjangkau khalayak yang lebih luas? Kenapa justru dikembalikan ke media yang amat terbatas itu?
Mungkin teman-teman yang sudah menerbitkan buku itu bisa menjelaskan kebingungan saya.
PS: Selamat Hari Natal bagi yang merayakannya.