About

Planet Bloggerian adalah aggregator daripada tulisan-tulisan members Forum Bloggerian.

Subscribe

Untuk mendaftar, menghubungi kami, kasih kritik, saran dll, silakan isi Contact Form.

Desclaimer

The intellectual property of the content that is found in this website belongs exclusively to the origin authors.

Statistics

Bloggerian Top Hits

Feeds

3756 items (3752 unread) in 34 feeds

  • Agama

    Posted: December 14th, 2007, 1:10am WIT by Firman Firdaus
    TagsShort stories  

    “Ya, tidak penting.”

    “Iya, aku tahu, tapi kamu harus jelaskan.”

    “Agama itu kan ekspresi keberimanan manusia, jadi tidak masalah orang mau menganut agama apa pun.”

    “Tapi, bukan berarti tidak penting kan?”

    “Ya, tidak penting.”

    Bingung lagi…

    “Maksudku, aku heran kenapa orang suka sekali bertindak atas nama agama, memberi label agama pada apa pun yang mereka lakukan.”

    “Maksudnya?”

    “Yaa, partai Islam, partai Kristen, penulis Islam, cendekiawan muslim. Lha yang diperjuangkan apa sih?

    “Ya agama. Menegakkan ajaran agama di muka bumi.”

    “Nah, kan. Agama lagi. Kalau masing-masing pemeluk agama ingin agamanya tegak di muka bumi bagaimana?

    “Ya biarlah semuanya tegak, bagus kan?”

    “Impossible. Enggak mungkin. Tegaknya satu agama meniscayakan inferiornya agama lain. Itu hukum alam. Akhirnya akan terjadi pergolakan terus-menerus. Dunia akan hancur.”

    “Memang dunia akan menuju kehancuran kok.”

    “Jangan sampai.”

    “Pasti sampai.”

    “Tugas manusia untuk mencegah kehancuran itu.”

    “Hebat benar manusia. Dalam ilmu kimia, ada yang namanya konsep entropi, delta S. Menurut konsep itu, setiap sistem akan cenderung menuju kekacauan, chaos. Nah, dunia ini termasuk sistem itu. Kiamat adalah puncak kekacauan itu.”

    “Wah, kamu nihilis. Kiamat itu peringatan, bukan janji”

    “Aku realistis.”

    “Ekstrim.”

    “Kamu tuh, yang bilang agama itu nggak penting, baru ekstrim.”

    “Lha, jadi kenapa sih manusia diciptakan kalau pada akhirnya toh dunia akan hancur?”

    “Az-Zariaat: 56.”

    “Beribadah pada Allah?”

    “Yup.”

    “Hahaha. Kamu naif banget. Allah tidak perlu diibadahi. Kekuasaan-Nya tidak berkurang jika tidak diibadahi.”

    “Kamu tuh yang terlalu berpikir pragmatis. Ibadah itu bukan melulu menyembah-nyembah, memuji-muji, berdoa, sholat. Bersosialisasi, membantu sesama juga ibadah. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan juga ibadah, paling penting malah.”

    “Nilai-nilai kemanusiaan kan bukan monopoli Islam? Setiap agama juga mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan.”

    “Maka itu, agama penting kan? Dengan beragama, berarti kita berusaha menegakkan nilai-nilai kemanusiaan.”

    “Nggak kebalik tuh? Mestinya, dengan menegakkan nilai kemanusiaan berarti kita telah menegakkan ajaran agama.”

    “Nilai kemanusiaan sendiri sebenarnya relatif.”

    “Relatif bagaimana? Universal dong.”

    “Batas-batas nilai kemanusiaan itu apa? Piagam PBB? Piagam HAM? Banyak juga versinya. Seorang pelacur, misalnya, apakah pekerjaannya menjunjung nilai kemanusiaan atau tidak?

    “Ya selama mereka tidak mengganggu manusia lainnya, berarti tidak mengotori nilai kemanusiaan. Bukankah label kotor, najis, lacur, dan sebagainya itu ditempelkan oleh orang lain? Bukankah dia bekerja untuk menghidupi dirinya dan keluarganya? Bukankah masih banyak pria yang memerlukan mereka? Di mana letak pertentangan mereka dengan nilai kemanusiaan?”

    “Absurd.”

    Kembali diam…

    “Tapi, kenapa ya jika setiap umat beragama menjaga nilai-nilai kemanusiaan dunia tetap akan hancur?”

    “Jawabannya bisa dua macam. Pertama, tidak semua umat beragama menjalankan ajaran agamanya. Kedua, nilai manusia bukan pada bagaimana dia bisa memperbaiki dunia, melainkan pada usaha yang telah dilakukannya untuk tetap bertahan, istiqomah di tengah dunia yang hancur. Yang dinilai adalah proses, bukan hasil.”

    “Jadi, semua agama benar, menurutmu?” tanya Ridwan lagi.

    “Tidak.”

    “Lho, kamu bilang setiap agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan?”

    “Iya, tapi agama yang benar ya tetap agama yang aku peluk. Lainnya tidak benar.”

    “Wah, itu sih klaim.”

    “Lha iya, memang klaim.”

    “Kebenaran tidak boleh dimonopoli dong.”

    “Kebenaran adalah monopoli masing-masing individu. Setiap orang menganut kebenarannya sendiri-sendiri.”

    “Wah kacau kalau begitu.”

    “Yang kacau adalah bila masing-masing memaksakan kebenaran yang dianutnya pada orang lain. Menurutku, inilah yang akan terus-menerus terjadi; pemaksaan kebenaran oleh satu kelompok manusia kepada manusia lain, bahkan pada alam semesta.”

    Permalink for 'Firman/2007/12/14/Agama'
  • Nusa Penida

    Posted: December 14th, 2007, 11:51pm WIT by Firman Firdaus
    TagsCarbon emission  

    bali0221.JPG

    Sejak setahun lalu, pemerintah secara resmi mencanangkan Pulau Nusa Penida (Kab Klungkung, Bali) sebagai Taman Energi Terbarukan (Renewable Energy Park). Cuma, kelihatan sekali kalau konsep ini masih sangat mentah dan tidak benar-benar terkelola dengan baik.

    bali0190.JPG

    bali0206.JPG

    Bukti pertama ialah tidak memadainya tenaga ahli yang bisa mengembangkan konsep ini menjadi lebih kreatif. Kedua, belum terpadunya pengembangan sumber-sumber energi terbarukan. Ini misalnya terlihat dari lahan penanaman jarak (Jatropha curcas) yang lokasinya terpisah-pisah, tidak efektifnya riset mengenai terowongan angin yang membuat lima menara kincir angin (masing-masing seharga Rp4 miliar dengan kapasitas total 400 kilowatt) sama sekali tidak mau berputar (mesti dipancing dulu menggunakan disel dari PLN), dan lemahnya dukungan masyarakat lokal karena diduga kurangnya sosialisasi kepada warga asli yang memiliki karakter keras dan “cuek”.

    bali0220.JPG

    bali0211.JPG

    bali0227.JPG

    Sumber energi yang mungkin bisa diharapkan oleh sekitar 46.000 penduduk pulau ini adalah dari panel-panel surya dengan luasan total sekitar 100 meter persegi.

    bali0212.JPG

    bali0213.JPG

    bali0218.JPG

    Namun, yang disayangkan ialah bermainnya korporasi-korporasi besar yang sepertinya mulai “menguasai” aset-aset energi terbarukan tersebut.

    Permalink for 'Firman/2007/12/14/Nusa_Penida'
  • Photos from Bali

    Posted: December 14th, 2007, 11:34pm WIT by Firman Firdaus
    TagsPhoto  

    SORRY not to include the x-rated one fellas! Here we go.

    bali0022.JPG bali0031.JPG bali0032.JPG bali0035.JPG bali0038.JPG bali0043.JPG bali0046.JPG bali0053.JPG bali0055.JPG bali0072.JPG bali0078.JPG bali0090.JPG bali0091.JPG bali0109.JPG bali0114.JPG bali0129.JPG bali0135.JPGbali0121.JPG bali0240.JPG

    Permalink for 'Firman/2007/12/14/Photos_from_Bali'