Weblog aggregator Bloggerian
HA? This soon?
I just want to tell you guys that I will probably switch this blog into a photoblog for a while. I’m not even sure for how long. I just feel so exhausted writing this and that.
Ya, ya, ya. Some of you will say: “just make yourself a new separated blog!” Actually, I do have a Pixelpost-based photoblog, but I don’t think I will update that one. (I can’t access the server from my office anyway, don’t know why.)
Well, not like most of you, I do not have enough energy (and time) to maintain more than one personal blog. But, of course I will try to accomplish my job at ABN. (lirik Om BP). Cheers…
I’m off. See you.
DALAM sebuah perbincangan tentang segala macam hal, akhirnya saya bertanya kepada rekan ngobrol saya:
BIASANYA, jika ada isu yang berembus besar-besar di masyarakat, ada dua kepentingan yang bermain di belakangnya: ekonomi dan politik. Bagaimana dengan perubahan iklim?
[Quicklink] Why don’t American kids respect their parents more? First, you are welcome to challenge the premise that there is in fact less respect for parents in the United States. But if it were true, what might be the possible mechanisms?
[Quicklink] The New York Times mendaftar buku-buku yang patut dicatat pada 2007. Silakan simak dan beli.
tolong pinjamkan aku air matamu
untuk membasuh luka tersebab sembilu
Bekasi 25/11
DAHULU saya sering menuliskan ide-ide cerpen yang terlintas dalam benak saya, meski hasilnya cuma satu-dua kalimat pembuka (kadang cuma judulnya). Saya simpan ide awal itu dengan harapan sewaktu-waktu (jika ada inspirasi) akan saya teruskan.
BETULKAH gerakan puritanisme dan fundamentalisme merupakan bentuk jahiliyah modern? Setidaknya begitulah menurut Dawam Rahardjo dalam opini di Koran Tempo Jumat (23/11).
DI BEKASI saya mendengar beberapa cerita tentang pesugihan. Pertama adalah tentang sebuah rumah (kedai) makan. Saya tidak tahu nama jalannya tetapi kira-kira di jalan arah menuju Rumah Sakit Hermina.
[Quicklink] Sebuah lift di Ratu Plaza meluncur jatuh dari ketinggian sekitar enam meter. Enam orang mengalami patah tulang, satu terkilir. Hmm, ini hal menakutkan yang sering menghantui saya ketika berada dalam lift.
BETUL. Saya hendak mengikuti pertemuan para pihak (CoP) ke-13 yang digagas Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC). Apakah ada blogger Bali yang mau ketemuan dengan saya
. Prima sudah absen. Lainnya? Dental? Saylow?
[Quicklink] American Society of Magazine Editor memilih sampul majalah terbaik 2007. Wow, kreatif ide-idenya. Saya paling suka yang Time sebagai pemenang konsep terbaik.
Setelah kurang lebih tiga bulan menggunakan layout dark on light, akhirnya saya kembali ke “khittah” sebagai pecinta light on dark. Sedianya, desain baru ini akan saya rilis bertepatan dengan tahun baru nanti. Akan tetapi, rasanya kok berlebihan dan agak tidak relevan merayakan tahun baru dengan layout blog baru.
Layout baru
Penataan segmen dalam desain baru ini relatif lebih sederhana dibandingkan layout terdahulu. Tubuh utama teks hanya satu kolom, dengan konsep rich-content footer meski isinya cuma RSS Flickr dan About. Sebelumnya, body wrap terdiri atas dua kolom, dengan tambahan sideblog di sebelah kanan yang menyajikan tautan-tautan yang, menurut saya, menarik.
Apakah dengan begini saya tidak lagi menulis sideblog?
Jangan kecewa dulu
. Sideblog akan tetap saya tulis di post biasa. Kayak Kottke atau Matt sajalah tampaknya.
DSLR baru
Kalau saja teman saya Reynold tidak memenangkan lomba foto satwa nasional 2007, mungkin saya belum akan membeli sebuah kamera DSLR. Pasalnya, Reynold menjual hadiahnya (salah satunya) berupa kamera DSLR kepada saya dengan harga miring, bisa dicicil tiga kali pula.
Ini adalah Canon EOS 400D. Ini sebenarnya tergolong kamera DSLR semiprofesional, tetapi buat saya yang cuma mild-hobbyist rasanya fitur-fitur dalam kamera ini sudah mencukupi kebutuhan saya (kecuali mungkin soal lensa yang saat ini masih lensa kit, ini perlu dinaiktarafkan/upgrade).
Omong punya omong, saya kok merasakan menulis blog kini tidak lagi seringan dahulu ya? Beragam tip (yang juga pernah saya tulis) ternyata bukan membuat aktivitas ngeblog semakin mudah. Iya, saya paham, tip-tip itu tidak perlu dijadikan kitab suci. Akan tetapi, lama-kelamaan ada semacam kebenaran konvensional yang bisa menentukan baik-buruknya sebuah blog. Dan saya membenci itu.
Akhir kata, mumpung masih terbilang hangat, saya ucapkan selamat datang kepada Pak Yusril yang menjadi penghuni baru blogosfer. Mudah-mudahan bisa betah dan bertahan.
Huzzah!
ADA dua kutipan menarik yang saya baca hari ini, terkait kemacetan (di Jakarta) yang menyita ruang media belakangan ini.
Pertama dari Darmaningtyas, peneliti di Masyarakat Transportasi Indonesia, yang menuding maraknya protes pembangunan koridor busway terkait dengan kepentingan industri otomotif:
Penyebab utama kemacetan bukan pembangunan koridor busway, melainkan kendaraan pribadi yang terlalu banyak.
Kedua, dari Goenawan Mohamad lewat Catatan Pinggir Majalah Tempo Edisi. 38/XXXVI/12 - 18 November 2007:
Adapun modal juga yang membuat mobil berubah: ia tak sekadar sebuah alat transportasi; ia juga sebuah pesona. Dari waktu ke waktu mobil tampil seakan-akan baru: ia berubah karena sebuah ”musim” berubah dan konon selera juga berubah. Pada saat yang sama, komoditi yang memancarkan pesona itu bertaut dengan hasrat untuk memiliki. Dan karena pesona itu selalu merangsang kekurangan, ada dorongan untuk terus-menerus memiliki—tak hanya satu.
Kedua pendapat itu saling menguatkan dan saya sepakat. Betul, proyek busway memang jauh dari sempurna, tetapi masalah utamanya sama sekali bukan di situ. Ketika kosa kata busway belum terdengar beberapa tahun silam, Jakarta sudah macet parah. Kemudian timbul wacana agar pemerintah meningkatkan layanan moda transportasi yang nyaman agar banyak orang berpaling untuk naik angkutan umum.
Busway menjadi salah satu pilihan (pilihan lainnya di antaranya monorel, namun karena sifat monorel yang kurang masif dan masalah administrasi yang berbau korupsi akhirnya “ditinggalkan”). Koridor awal busway (Blok M-Kota) harus diakui amat membantu bagi orang banyak, termasuk saya. Kemudian muncul koridor-koridor lain, dan masalah pun bermunculan.
Busway amat nyaman. Akan tetapi kenyamanan itu tidak mampu menarik pengguna kendaraan pribadi karena ternyata masalahnya bukan hanya rasa nyaman itu. Goenawan Mohamad tepat menyebut bahwa mobil adalah sebuah pesona. Dia telah menjadi gaya hidup. Jujur saja, ketika kita semua punya uang agak lebih, yang terpikir ya mobil, atau rumah.
Sementara itu, negara kita tidak punya kebijakan dan hukum untuk membatasi umur kendaraan dan aturan mengenai daur ulang. Maka, mobil-mobil lama tetap berkeliaran, mobil-mobil baru terus diproduksi. Di sisi lain, pertumbuhan pembangunan jalan amat tidak seimbang. Dan memang tidak akan pernah seimbang.
Solusinya? Entahlah. Saya cuma berharap kita tidak terbawa emosi dalam menentukan sikap. Dan ingat kata AA Gym
: marah atau tidak marah, macet tetap terjadi. Jadi, buat apa marah?
Solar scientists predict that, by 2020, the sun will be starting into its weakest solar cycle of the past two centuries. They say this will likely lead to unusually cool conditions on Earth. It is also predicted that this cool period will go much longer than the normal 11 year cycle, as the Little Ice Age did. The climate threat is actually cooling, especially to countries like Canada. On the northern limit to agriculture in the world, very little cooling would likely destroy much of its food crops.
The Little Ice Age—the coldest period in the past 1500 years—corresponded perfectly with the Maunder Minimum. There was virtually no sunspot activity for almost seven decades in the Maunder Minimum(per Willie Soon/ Harvard/Astrophysics). It turns out that for those 60-70 years the northern half of our globe was in a deep freeze. The New York harbor froze, allowing walkers to journey from Manhattan to Staten Island, and the Vikings abandoned Greenland–a once verdant land that became tundra. In that Little Ice Age, Finland lost 1/3 of its population and Iceland 1/2.
Which one should we believe? The warming or the cooling?
PERTANYAAN itu menggayut di benak saya setelah menyimak pengakuan-pengakuan dalam Kuakui.com. Coba saudara baca-baca. Kebanyakan pengakuan seputar seks.
Apakah kebanyakan kita menyimpan begitu banyak rahasia soal seks? Mungkin Ndoro satu ini tahu lebih banyak daripada saya dalam soal ini.
Dari Tempointeraktif.com:
Polda Sumatera Utara menetapkan Adelin Lis berstatus buron atau masuk daftar pencarian orang setelah ia menerima vonis bebas dalam perkara pembalakan liar di Kabupaten Mandailing Natal.
Status buron untuk Adelin Lis itu disampaikan Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Nuruddin Usman. “Polisi memasukkan nama Adelin Lis dalam daftar pencarian orang sejak hari ini untuk segera ditangkap,” kata Nuruddin di Medan, hari ini.
Kesannya, ini semua cuma bagian dari skenario; agar keputusan membebaskan dia tempo hari tidak terlalu “bermasalah”, maka dibuatlah adegan-adegan ini.
Ck…ck…ck…
BERGELETAR dada saya membaca berita perihal vonis bebas terdakwa pembalakan liar kelas kakap Adelin Lis (berlebihan ya?).
Terdakwa kasus pembalakan liar di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Adelin Lis, dibebaskan dari segala dakwaan. Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai Arwan Byrin dalam sidang hari Senin (5/11) memutuskan Adelin bebas dari semua dakwaan. Sumber: Kompas.
Yang bikin saya senyum kecut adalah komentar MS Ka’ban (helo Vavai :)) berikut:
“Semua kasus tuduhan illegal logging dalam kawasan yang berizin rata-rata vonisnya administrasi atau bebas.”
Kemudian,
“Saya dari awal sudah mengingatkan, tapi selama ini, kok, yang punya izin pun dioperasi.”
(Kedua kutipan dari Koran Tempo).
Salahkah pernyataan Kaban? Tidak. Yang salah adalah dia menganggap proses hukum kita, termasuk masalah perizinan pembukaan lahan dan pengusahaan hutan berjalan dengan bersih, alias oke-oke saja.
Padahal, mengurus izin untuk pengusahaan hutan di negeri ini kuyup oleh faktor korupsi. Proposal analisis mengenai dampak lingkungan dengan mudah lolos dengan pelicin yang cukup. Banyak perusahaan besar memiliki izin HPH namun tetap saja melanggar.
Jadi, bukan perkara izinnya yang jadi masalah, melainkan sejauh mana operasi pembalakan itu membahayakan kelestarian lingkungan. Satu lagi yang perlu diselidiki adalah masalah prosedur perizinannya. Apakah sudah sesuai dengan ketentuan dan jujur.
Sudahlah. Toh taipan itu sudah bebas.
SAYA ingin mengecek sejarah transaksi lewat fasilitas Klikbca, namun saya dapati error seperti ini:
SUASANA hati saya sedang tidak menentu. Sepupu perempuan saya ditinggal suaminya begitu saja. Padahal, belum genap dua tahun mereka menikah, dan anaknya masih kecil (belum setahun).
Ingin rasanya mengebiri lelaki itu jika bertemu. Lelaki yang tidak bertanggung jawab seperti itu pantasnya memang dikebiri, agar tidak ada perempuan yang jadi korban lagi.
OBROLAN tentang masa lalu menimbulkan rasa rindu. Dalam suatu pembicaraan menghabiskan rasa bosan di tengah kemacetan, saya dan seorang teman mengenang masa-masa kuliah dulu. Kebetulan kami satu universitas, meski beda angkatan dan beda fakultas.