Media sosial semakin populer saja. Melalui media sosial setiap orang bebas mengekspresikan apa yang ada dipikirannya. Mereka memiliki kesempatan yang sama agar suaranya itu didengar. Lihat saja kasus Pelajar SMAN 6 Mahakam vs Wartawan kemarin. Di antara derasnya pemberitaan media massa, kita masih dapat membaca peristiwa tersebut dari sudut panjang pelajar yang ditulis di blognya. Bahasanya yang santun mengundang pujian dari banyak pembaca.
Namun sayangnya masih banyak yang belum mengerti tentang netiket (etika di dunia internet). Saking merasa “bebas” tak jarang kita melihat umpatan di status Facebook atau Twitter yang pada akhirnya melewati batas dan membawa mereka ke masalah hukum. Tapi hey… Coba lihat gambar di bawah:

Ketika saya mengamati icon-icon aplikasi media sosial di iPhone, saya mencoba merangkainya dalam sebuah folder dan ternyata bisa membentuk sebuah kata umpatan (coba baca huruf-huruf yang jadi logo aplikasi di atas). Hehe… Hmm, apa media sosial memang cocok dipake mengumpat?
Related Posts: