Dua hari yang lalu saya membeli gadget idaman saya, sebuah Macbook Pro 13 inch Core i7. Saya jadi teringat akan sebuah ‘nasihat’ yang berbunyi, “Hati-hati membeli produk Apple, mereka seperti virus yang begitu cepat berkembang. Sekali kamu menggunakan salah satu dari sekian produk yang ada siap-siap saja… Tak lama kamu akan menginginkan produk-produk Apple yang lainnya.”
Perkenalan saya dengan Apple dimulai 29 April 2010 dengan ‘meminang’ sebuah iPhone 3Gs yang masih saya gunakan sampai saat ini. Lalu setahun kemudian, tepatnya 3 Mei 2011, saya mendapatkan hadiah sebuah iPad 16 Gb Wi-fi dari IBM karena tulisan saya tentang ‘perselingkuhan’ antara Teknologi dan Kedokteran. Kolaborasi dua gadget tersebut rasanya belum lengkap tanpa gadget dengan Operating System induk-nya seperti iMac, Macbook Pro, atau Macbook Air. Dan akhirnya pilihan saya pun jatuh pada Macbook Pro di atas.
Jika Peter Vesterbacka, the “mighty eagle” of Rovio Mobile – pembuat Angry Birds, pernah berkata “Angry Birds is a brand, not a game,” maka kali ini saya ingin berucap, “Apple is a tribe, not a brand!”
So, yeah, welcome to a tribe called “Apple”. Wanna join me?
