Wah! Saya melewatkan bulan Januari tanpa satu postingan pun di blog ini! Maka ini adalah postingan pertama saya di tahun 2011. Rasanya seperti hiatus saja… hehe… Itu sebabnya saya menuliskan “Hello World!” sebagai judul postingan… Uhmm dan sekedar info, ini adalah Hello World yang ke-3 di blog ini
Sebenarnya saya tidak benar-benar hiatus. Saya tetap menulis di #365BlogProject, meski itu hanyalah sebuah coretan-coretan ringan (tapi cukup untuk membuat spirit blogger tetap menyala). Bulan Januari juga bukan bulan yang sepi topik untuk diceritakan. Hmm, Ok, kali ini akan saya bagikan sedikit ya…
BlackBerry Developer Conference Asia 2011Bulan Januari, tepatnya tanggal 12-14, BlackBerry mengadakan Developer Conference tingkat Asia yang diadakan di Nusa Dua Bali. Kebetulan saya termasuk salah satu dari 100 orang dari komunitas #startuplokal yang mendapat tiket gratis untuk mengikuti konferensi ini. Kalau umum musti merogoh kocek $200 untuk ikutan konferensi ini. Eh, Dokter ikutan konferensi Developer? Apa ga salah? Haha, sebenarnya sih niat utamanya pengen nyobain tablet terbaru yang akan dikeluarkan oleh BlackBerry: PlayBook
Me with PlayBook @ BB DEVCONAsia
Dalam beberapa kesempatan ketika bertemu dengan orang-orang, yang kebanyakan memang dari dunia IT, nanya pekerjaan atau dari company mana. Saya jawab saja kalau saya dokter. Eh malah ditanya balik… “Dokter BlackBerry ya?” Aduh!
PlayBookLalu bagaimana pendapat saya tentang PlayBook? Ukurannya yang 7″ membuat terasa ringkas di tangan. Layar multi sentuhnya juga cukup halus. Untuk memunculkan atau membuang aplikasi bisa menggunakan hapusan layar ke atas atau bawah. Multitaskingnya juga benar-benar multitasking. Ketika sebuah video kita buka, lalu kita membuka aplikasi lain tanpa menghentikan video tersebut maka video tersebut tetap dapat berjalan.
PlayBook mengusung kamera belakang 5 megapixel dan kamera depan 3 megapixel. Ketika saya coba, entah kenapa hasilnya tidak begitu memuaskan. Mungkin karena pencahayaan dan juga settingan kamera yang belum sempat saya utak-atik. Saat membuka gallery photo dan saya coba untuk melakukan hapusan-hapusan ringan semua berjalan baik-baik saja. Halus sehalus iPhone
Namun ketika saya gunakan kecepatan yang tinggi, tiba-tiba gambar jadi sedikit patah-patah bahkan sempat blackout namun kemudian muncul lagi. Sebenar ini bukan masalah… karena toh kita tidak akan melihat foto dengan hapusan yang begitu cepat kan?
PlayBook juga support OpenGL. Jadi dapat dipastikan tampilan grafis game-game akan lebih ciamik. Untuk aplikasi lain, masih belum banyak dibuka di PlayBook yang saya gunakan. Jadi belum bisa komentar banyak. Mungkin karena masih baru aplikasi-aplikasi yang ada pun masih standar. Pada kesempatan itu, pihak RIM juga membagikan software untuk membuat aplikasi di PlayBook. Nah, mudah-mudahan bulan Maret nanti banyak aplikasi buatan Indonesia yang diterima di sana.
Untuk masalah browsing, PlayBook lebih unggul dibanding iPad. PlayBook sudah support Flash dan HTML5! Wow… a big leap from iPad! Asiknya… koneksi PlayBook juga mendukung 4G. Nah… mantab kan? Saya sempat menanyakan masalah katahanan batre dari PlayBook. Tentu saja kita tak ingin baru maen game 1 jam tiba-tiba harus cari colokan listrik kan? Pihak RIM mengatakan, dalam penggunaan normal PlayBook bisa digunakan 8 jam.
Harganya berapa?
Pasti mau nanya itu kan? Haha… yang ini masalah sensitif. Pihak RIM belum berani menyebut nominal karena setiap wilayah tentu harga dapat berbeda. Namun diusahakan dalam Q2 PlayBook sudah tersedia di Asia (mudah-mudahan Indonesia yang tujuan utama juga ya…).
SuBali meetup v.2Tanggal 15 Januari, SuBali atau komunitas StartUp lokal Bali mengadakan meetup yang ke-2. Saya kebetulan ikutan sharing sedikit pengalaman dalam mengelola startup bernama kro.co. Kebayang kan betapa groginya saya harus bicara tentang teknologi di depan para teknisi dan desainer. Ugh… bayangkan saja kalau seorang desainer harus bicara tentang Stroke di depan spesialis saraf! Hehe…
Yang saya tekankan sih bukan masalah teknis atau desain. Tapi saya mengajak audient untuk tidak memandang kro.co sebagai sebuah startup, tapi melihatnya sebagai sebuah ide yang berhasil kami eksekusi. Saya mengutip kata-kata dari Founder dan CEO of Behance:
The idea is not the thing, the execution is the thing. -Scott Belsky
Sungguh ini adalah pengalaman saya yang sangat berharga untuk dapat sekedar sharing tentang kro.co si siput kecil. Oiya, untuk info tentang startuplokal Bali bisa follow @startupbali di Twitter. *Ehem* yang mau follow saya juga dipersilakan di @deddyandaka
