About

Planet Bloggerian adalah aggregator daripada tulisan-tulisan members Forum Bloggerian.

Subscribe

Untuk mendaftar, menghubungi kami, kasih kritik, saran dll, silakan isi Contact Form.

Desclaimer

The intellectual property of the content that is found in this website belongs exclusively to the origin authors.

Statistics

Bloggerian Top Hits

Feeds

3756 items (3752 unread) in 34 feeds

  • Ketika “Kebaikan SBY” Dipertanyakan Google

    Posted: February 28th, 2011, 2:18am WIT by Deddy Andaka
    TagsIssue  

    Post image for Ketika “Kebaikan SBY” Dipertanyakan Google

    Buruk search result Google dibelah. Begitu tulis Sonny di akun Twitternya, @snydez. Kehebohan ini bermula ketika seseorang melakukan pencarian di www.google.co.id dengan kata kunci “kebaikan SBY” lalu keluarlah saran dari Google: Mungkin maksud Anda adalah: keburukan SBY. Kehebohan ini semakin menjadi ketika seorang “pakar” (you-know-who) mengatakan bahwa Google bisa dibelokan oleh seseorang yang punya kemampuan, tapi tidak digunakan untuk hal yang positif. Benarkah demikian?

    Ketika "Kebaikan SBY" dipertanyakan Google

    Jika Anda coba tuliskan kebaikan Aburizal Bakrie atau kebaikan Surya Paloh maka Google juga menyarankan hal yang sama. Lucunya… tidak untuk kebaikan Nurdin Halid atau kebaikan Gayus D Wah, jangan-jangan Google diintervensi Nurdin Halid dan Gayus nih! Haha…

    Kebaikan Aburizal Bakrie juga dipertanyakan Google

    Jangan salah, sebelumnya Google tidak menyarankan hal yang sama untuk kebaikan Aburizal Bakrie. Hal ini bisa dilihat di sini:

    Saya lalu memasukkan kata kunci “kebaikan Aburizal Bakrie”, “kebaikan Sri Mulyani”, “kebaikan Prabowo”, “kebaikan Megawati”, “kebaikan Gayus” dan “kebaikan Nurdin Halid”, untuk mengecek apakah Google juga akan memberikan saran untuk kata kunci yang berbeda. Ternyata tidak. Google tak memberikan saran apa pun, dan semua kata kunci untuk nama-nama itu tetap dianggap relevan. Rusdi Mathari – Ini Kebaikan SBY menurut Google

    Mengapa hal ini bisa terjadi? Nah, mari kita mengintip sedikit cara kerja fitur ‘Did you mean‘ si Google.

    Features: ‘Did you mean’
    Google uses spell checking software to check queries against common spellings of each word. When we determine an alternative query that we think might improve the search results, you’ll see “Did you mean: (more common spelling)” at the top of your search results page. For example, if you search for [ foot ball ], at the top of the search results page, you’ll see “Did you mean: football,” a more common spelling of the game’s name. Please note that our spell check feature is completely automated, and we cannot make manual changes to individual queries. [source]

    Fitur ‘Did you mean‘ ini sebenarnya dipasang untuk mengantisipasi typos atau salah ketik. Cara kerjanya bisa berdasarkan kata-kata yang umum terdapat dalam kamus atau merupakan hasil pembelajaran mesin Google terhadap statistik pencarian. Maksudnya begini: ketika Anda mencari sesuatu dan tidak menemukan hasil, kemudian Anda menyadari telah salah mengetikkan kata, memperbaikinya, kemudian mencarinya kembali dan menemukan hasilnya, maka ini disimpan sebagai sebuah ‘koreksi’. Kemudian pola ini terjadi jutaan kali sehingga akan disimpan sebagai koreksi yang paling umum dan akan ditampilkan di halaman hasil pencarian Google sebagai ‘Did you mean‘.

    Dalam kasus ini: seseorang mengetikkan kebaikan SBY lalu tidak mengklik hasil pencarian kemudian memperbaikinya menjadi keburukan SBY, mencari kembali dan mengklik hasil pencarian maka Google menduga hasil pencarian pertama tidak relevan dan hasil pencarian kedua dianggap sebagai yang benar. Google mengingatnya sebagai sebuah “koreksi”. Jika pola ini terjadi berulang-ulang kali maka Google mengingatnya sebagai koreksi yang umum.

    Hal ini juga didasarkan pada kemiripan kata. Beda kebaikan dan kuburukan hanya pada ai dan uru, bukan berdasarkan lawan kata. Jadi koreksi tidak bisa dilakukan pada kata kebaikan dan kejahatan karena kedua kata tersebut terlalu berbeda.

    Seberapa banyak sih orang mencari kebaikan SBY, Aburizal Bakrie, Surya Paloh, dll… lalu menggantinya sebagai keburukan? Mengapa yang awalnya tidak muncul koreksi menjadi muncul koreksi? Mengapa tidak untuk Nurdin Halid atau Gayus? Atau belum?

    Semoga ulasan di atas mampu menjawab semua pertanyaan itu. Saya tidak mau berspekulasi terlalu jauh… Mungkin ini yang dianggap si pakar sebagai Google bisa dibelokan oleh seseorang yang punya kemampuan, tapi tidak digunakan untuk hal yang positif.

    Related Posts:
    Permalink for 'Deddy/2011/02/28/Ketika_%e2%80%9cKebaikan_SBY%e2%80%9d_Dipertanyakan_Google'
  • SEO adalah Sebuah Investasi

    Posted: February 20th, 2011, 12:03am WIT by Deddy Andaka
    TagsSearch Engine Optimization  
    #leftcontainerBox { border:1px solid #808080; border-radius:5px 5px 5px 5px; box-shadow:2px 2px 5px rgba(0,0,0,0.3);float:left; position: fixed; top:40%; left:60px; z-index:1; background-color:#E6FBDA} #leftcontainerBox .buttons { float:left; clear:both; margin:4px 4px 4px 4px; width:55px; height:60px; padding-bottom:2px; } #bottomcontainerBox { border:1px solid #808080; border-radius:5px 5px 5px 5px; box-shadow:2px 2px 5px rgba(0,0,0,0.3);float:left; height:30px; width:100%; background-color:#E6FBDA} #bottomcontainerBox .buttons { float:left; height:30px; width:85px; margin:4px 4px 4px 4px; }

    Sudah lama saya tidak menulis tentang Search Engine Optimization atau yang akrab kita sebut SEO. Sebenarnya saya juga sudah lama tidak mengikuti dunia per-SEO-an. Berhubung salah seorang kawan saya bertanya tentang seperti apa optimalisasi yang benar, maka marilah kita menengok sedikit jurus SEO yang saya pegang sebagai sebuah prinsip dasar dalam optimalisasi.

    Hal ini berdasarkan tulisan saya 3 tahun yang lalu yang berjudul All SEO’ers are Liar. Di sana saya mengutip kata-kata Seth Godin.

    Kebohongan SEO ini adalah hal yang sia-sia! Seth Godin menggambarkan dengan tepat. “Sama seperti mengacungkan tangan Anda untuk dipanggil oleh guru di kelas – namun tanpa mengetahui jawabannya ketika Anda ditunjuk“.

    Lalu beliau menutup, “Bila melakukan optimalisasi yang benar, barulah investasi SEO Anda akan memberikan keuntungan“.

    Lalu seperti apa optimalisasi yang benar? Sebenernya sederhana. SEO itu awalnya diciptakan untuk mengoptimalkan isi atau content website kita agar lebih ramah muncul di mesin pencari. Ada banyak teknik dasar seperti pemilihan kata, permalink, dan lain sebagainya. Jadi… content dulu baru optimalkan. Jadi ketika orang mencari sesuatu di mesin pecari, menemukan blog Anda, lalu berkunjung, dan menemukan jawabannya. Itulah optimalisasi yang benar.

    Yang sering terjadi justru sebaliknya. Banyak yang memikirkan cara bagaimana mengoptimalkan website agar muncul di nomor satu mesin pencari dengan menyampingkan isi (bahkan ada yang sampai tega menipu pengunjung). Padahal kita sudah sepakat kalau Content is The King. Kalau isi sudah mumpuni sebenarnya mesin pencari akan ramah dengan sendirinya. Nah, ditambah lagi teknik-teknik SEO yang benar… hasilnya pasti lebih berlipat.

    Traffic dari search engine Jan 2008 - Jan 2011

    Gambar di atas adalah traffic atau lalu lintas pengunjung dari mesin pencari yang mampir ke blog ini dari 1 Januari 2008 sampai 31 Januari 2011 (klik pada gambar untuk memperbesar tampilan). Padahal… belakangan ini aktivitas posting saya jauh menurun dibandingkan tahun 2008 dan 2009, namun ternyata jumlah pengunjung yang sebagian besar datang dari mesin pencari justru meningkat. Banyak faktor memang, namun kita tidak boleh menyampingkan peranan atau hasil dari investasi SEO.

    Dua parameter utama yang sering dijadikan patokan adalah Pagerank Google dan Alexa rank. Blog ini pun cukup stabil di dua parameter tersebut. Beberapa blog yang saya lihat menggunakan SEO yang tidak sehat seperti AutoContent justru tambah jeblok dari segi ranking.

    SEO adalah sebuah investasi, tentu saja yang saya maksud adalah SEO yang benar. Sebaliknya, SEO yang tidak benar adalah sebuah bom waktu…

    Pilih mana? ;)

    Related Posts:
    Permalink for 'Deddy/2011/02/20/SEO_adalah_Sebuah_Investasi'
  • Ten Years of Blogging

    Posted: February 13th, 2011, 1:46am WIT by Deddy Andaka
    TagsBlog  
    #leftcontainerBox { border:1px solid #808080; border-radius:5px 5px 5px 5px; box-shadow:2px 2px 5px rgba(0,0,0,0.3);float:left; position: fixed; top:40%; left:60px; z-index:1; background-color:#E6FBDA} #leftcontainerBox .buttons { float:left; clear:both; margin:4px 4px 4px 4px; width:55px; height:60px; padding-bottom:2px; } #bottomcontainerBox { border:1px solid #808080; border-radius:5px 5px 5px 5px; box-shadow:2px 2px 5px rgba(0,0,0,0.3);float:left; height:30px; width:100%; background-color:#E6FBDA} #bottomcontainerBox .buttons { float:left; height:30px; width:85px; margin:4px 4px 4px 4px; }

    Hari ini, 13 Februari 2011, tepat 10 tahun sudah lamanya sejak saya pertama kali menulis blog. Saat itu Blogger suka tampil dengan identitas yang unik dan identitas tersebut tercermin dari tema blognya. Sepertinya misalnya Andre Junior dengan Dagang Kopi, Ivana Susanti (eve) dengan Kura-kura imut, Suka Ada dengan Lontar, atau Alfa Harahap dengan Sandal Jepit. Haha… Dan untuk tampil dengan ciri khas tertentu saya pun menggunakan “Bocah” sebagai tema blog saya. Ceritanya sih agar kenangan indah semasa kecil saya selalu terkenang. Sosok bocah juga menggambarkan kepolosan dan kejujuran, itu yang ingin saya tampilkan pada setiap tulisan blog saya. Jujur dan apa adanya.

    Perjalanan ngeblog di masa itu penuh lika-liku. Bayangkan saja… aktivitas ngeblog saya lakukan secara manual sebelum akhirnya menggunakan GreyMatter. Menulis lalu perbaharui dengan mengunggah secara manual ke F2S lewat software FTP dan membuat sistem arsip sendiri. *Ok… Silakan tertawa*

    Zaman itu tidak ada yang meninggalkan komentar spam. Bukan bagaimana, tapi karena sistem komentar juga belum populer. Yang ada cuma guestbook, iya… si buku tamu itu. Jadi dulu itu bukan menghitung jumlah komentar, tapi melihat ada yang nulis di buku tamu atau tidak. Hehe… Belum ada yang peduli dengan page rank, alexa rank, atau making money online.  Ah… masa-masa yang indah dan damai…

    Komunitas blog juga masih bisa dihitung dengan jari. Ada Bloggerian, Blogbugs, dan Blogfam. Rasanya… nambah 1 blogger se-Indonesia bisa tahu! Haha. Bayangkan sekarang… Dunia blog semakin penuh sesak saja. Apalagi dihimpit situs jejaring social macam Facebook dan microblogging seperti Twitter.

    Tapi percaya deh. Blog akan tetap ada. Blog tetap mempunyai tempatnya sendiri. Tak perlu ragu, mulai ngeblog hari ini… mungkin 10 tahun lagi Anda pun akan dapat menulis postingan seperti saya hari ini.

    Happy Blogging!

    Related Posts:
    Permalink for 'Deddy/2011/02/13/Ten_Years_of_Blogging'
  • Hello World! – BlackBerry DEVCONAsia, PlayBook, dan SuBali meetup

    Posted: February 4th, 2011, 12:27am WIT by Deddy Andaka
    TagsBlog  
    #leftcontainerBox { float:left; position: fixed; top:40%; left:100px; z-index:1; background-color:#F0F4F9} #leftcontainerBox .buttons { float:left; clear:both; margin:4px 4px 4px 4px; width:55px; height:60px; padding-bottom:2px; } #bottomcontainerBox { float:left; height:30px; width:100%; background-color:#F0F4F9} #bottomcontainerBox .buttons { float:left; height:30px; width:85px; margin:4px 4px 4px 4px; }

    Wah! Saya melewatkan bulan Januari tanpa satu postingan pun di blog ini! Maka ini adalah postingan pertama saya di tahun 2011. Rasanya seperti hiatus saja… hehe… Itu sebabnya saya menuliskan “Hello World!” sebagai judul postingan… Uhmm dan sekedar info, ini adalah Hello World yang ke-3 di blog ini )

    Sebenarnya saya tidak benar-benar hiatus. Saya tetap menulis di #365BlogProject, meski itu hanyalah sebuah coretan-coretan ringan (tapi cukup untuk membuat spirit blogger tetap menyala). Bulan Januari juga bukan bulan yang sepi topik untuk diceritakan. Hmm, Ok, kali ini akan saya bagikan sedikit ya…

    BlackBerry Developer Conference Asia 2011

    Bulan Januari, tepatnya tanggal 12-14, BlackBerry mengadakan Developer Conference tingkat Asia yang diadakan di Nusa Dua Bali. Kebetulan saya termasuk salah satu dari 100 orang dari komunitas #startuplokal yang mendapat tiket gratis untuk mengikuti konferensi ini. Kalau umum musti merogoh kocek $200 untuk ikutan konferensi ini. Eh, Dokter ikutan konferensi Developer? Apa ga salah? Haha, sebenarnya sih niat utamanya pengen nyobain tablet terbaru yang akan dikeluarkan oleh BlackBerry: PlayBook D

    Me with PlayBook @ BB DEVCONAsia ;)

    Dalam beberapa kesempatan ketika bertemu dengan orang-orang, yang kebanyakan memang dari dunia IT, nanya pekerjaan atau dari company mana. Saya jawab saja kalau saya dokter. Eh malah ditanya balik… “Dokter BlackBerry ya?” Aduh!

    PlayBook

    Lalu bagaimana pendapat saya tentang PlayBook? Ukurannya yang 7″ membuat terasa ringkas di tangan. Layar multi sentuhnya juga cukup halus. Untuk memunculkan atau membuang aplikasi bisa menggunakan hapusan layar ke atas atau bawah. Multitaskingnya juga benar-benar multitasking. Ketika sebuah video kita buka, lalu kita membuka aplikasi lain tanpa menghentikan video tersebut maka video tersebut tetap dapat berjalan.

    PlayBook mengusung kamera belakang 5 megapixel dan kamera depan 3 megapixel. Ketika saya coba, entah kenapa hasilnya tidak begitu memuaskan. Mungkin karena pencahayaan dan juga settingan kamera yang belum sempat saya utak-atik. Saat membuka gallery photo dan saya coba untuk melakukan hapusan-hapusan ringan semua berjalan baik-baik saja. Halus sehalus iPhone D Namun ketika saya gunakan kecepatan yang tinggi, tiba-tiba gambar jadi sedikit patah-patah bahkan sempat blackout namun kemudian muncul lagi. Sebenar ini bukan masalah… karena toh kita tidak akan melihat foto dengan hapusan yang begitu cepat kan?

    PlayBook juga support OpenGL. Jadi dapat dipastikan tampilan grafis game-game akan lebih ciamik. Untuk aplikasi lain, masih belum banyak dibuka di PlayBook yang saya gunakan. Jadi belum bisa komentar banyak. Mungkin karena masih baru aplikasi-aplikasi yang ada pun masih standar. Pada kesempatan itu, pihak RIM juga membagikan software untuk membuat aplikasi di PlayBook. Nah, mudah-mudahan bulan Maret nanti banyak aplikasi buatan Indonesia yang diterima di sana.

    Untuk masalah browsing, PlayBook lebih unggul dibanding iPad. PlayBook sudah support Flash dan HTML5! Wow… a big leap from iPad! Asiknya… koneksi PlayBook juga mendukung 4G. Nah… mantab kan? Saya sempat menanyakan masalah katahanan batre dari PlayBook. Tentu saja kita tak ingin baru maen game 1 jam tiba-tiba harus cari colokan listrik kan? Pihak RIM mengatakan, dalam penggunaan normal PlayBook bisa digunakan 8 jam.

    Harganya berapa?

    Pasti mau nanya itu kan? Haha… yang ini masalah sensitif. Pihak RIM belum berani menyebut nominal karena setiap wilayah tentu harga dapat berbeda. Namun diusahakan dalam Q2 PlayBook sudah tersedia di Asia (mudah-mudahan Indonesia yang tujuan utama juga ya…).

    SuBali meetup v.2

    Tanggal 15 Januari, SuBali atau komunitas StartUp lokal Bali mengadakan meetup yang ke-2. Saya kebetulan ikutan sharing sedikit pengalaman dalam mengelola startup bernama kro.co. Kebayang kan betapa groginya saya harus bicara tentang teknologi di depan para teknisi dan desainer. Ugh… bayangkan saja kalau seorang desainer harus bicara tentang Stroke di depan spesialis saraf! Hehe…

    Yang saya tekankan sih bukan masalah teknis atau desain. Tapi saya mengajak audient untuk tidak memandang kro.co sebagai sebuah startup, tapi melihatnya sebagai sebuah ide yang berhasil kami eksekusi. Saya mengutip kata-kata dari Founder dan CEO of Behance:

    The idea is not the thing, the execution is the thing. -Scott Belsky

    Sungguh ini adalah pengalaman saya yang sangat berharga untuk dapat sekedar sharing tentang kro.co si siput kecil. Oiya, untuk info tentang startuplokal Bali bisa follow @startupbali di Twitter. *Ehem* yang mau follow saya juga dipersilakan di @deddyandaka ;)

    Related Posts:
    Permalink for 'Deddy/2011/02/04/Hello_World__%e2%80%93_BlackBerry_DEVCONAsia__PlayBook__dan_SuBali_meetup'