Saat saya dan Deni melepas kro.co ke publik akhir Juli lalu, kami belum mengenal yang namanya startup lokal. Saya baru mengenalnya lewat situs jejaring sosial Twitter di hashtag #StartupLokal. Meski startup lokal sedang mencari bentuknya, saya melihat komunitas ini memiliki potensi berkembang yang cukup kuat. Komunitas-komunitas startup lokal pun sudah mulai terbentuk seperti Fowab di Bandung, Suwec di Surabaya, atau Bancakan di Jogja. Sayang untuk daerah Bali belum ada komunitas seperti ini.
Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini para pengembang startup lokal di Bali berminat untuk membentuk sebuah wadah. Hehe…
Saya sendiri sebenarnya masih bertanya-tanya, apakah kro.co pantas disebut startup lokal atau tidak, namun yang lebih penting bagi saya adalah kro.co dapat diterima dan memberikan manfaat kepada komunitas internet di Indonesia.
Melalui tulisan ini, saya juga ingin mengucapkan “SELAMAT MERAYAKAN HUT KE-65: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA.” Semoga kita juga semakin bangga menggunakan produk-produk lokal termasuk karya-karya dari para pengembang startup lokal Indonesia
Artikel lain yang dapat menjadi referensi tentang startup lokal:
- Interview Dengan Natali Ardianto Tentang Komunitas #startupLokal
- Pengertian Startup Lokal? Diskusi Bersama Pelakunya
- Bangkitnya Startup Indonesia
Hidup startup lokal Indonesia!
Related Posts: