Sabtu, 27 Maret 2010 lalu, Plasa.com sebuah portal komunitas online di launching ulang dengan logo, tampilan, dan fitur-fitur baru. Kini Plasa.com menjadi sebuah portal e-commerce yang tentu saja memfokuskan diri sebagai tempat jual beli online. Dalam acara Grand launching tersebut hadir pakar marketing #1 di Indonesia, Pak Hermawan Kartajaya. Tampak sekali Pak Hermawan punya andil besar dalam “melahirkan kembali” Plasa.com ini menjadi sosok baru. Selain Pak Hermawan, masih banyak lagi sosok “veteran-veteran” dotcom yang ada di belakang Plasa.com.
Di samping itu, Plasa.com juga mendapatkan dana yang tidak sedikit. Tidak tanggung-tanggung, Telkom sampai menyuntik Plasa.com dengan 2 juta dollar US! (Kompas, 29 Maret 2010)
Sebuah pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah, “Seperti inikah sosok portal e-commerce yang kita mau?“
Orang-orang hebat dan dana yang tidak sedikit menurut saya bukan jaminan sebuah portal bisa bertahan. Kalau untuk jual beli online di Indonesia, saya akan menempatkan FJB (Forum Jual Beli) Kaskus di urutan pertama. Lalu toko online Facebook di urutan kedua!
Tagline Plasa.com menurut saya agak nanggung, “Indonesia trusted online store”, dengan trusted dicetak tebal. Memang masalah jual beli online yang pertama adalah kepercayaan. Namun kecepatan akses juga poin yang tak dapat disingkirkan. Sayang sekali beberapa saat setelah launching Plasa.com sempat down.
Menyikapi masalah “trust”, FJB Kaskus dan Facebook punya cara tersendiri. Mereka menangani hal ini dengan testimoni. Ketika seseorang menjual dan melayani pembeli dengan baik, mereka akan mendapatkan “recomended seller” dari user lain. Dan itu bukan main-main. Ketika ada yang “tidak beres”, jangan harap orang tersebut eksis lagi di forum tersebut. Di Facebook juga begitu. Kakak saya malah cukup aktif membeli barang untuk keperluan bayinya di Facebook. Bahkan sampai merekomendasikan ke orang lain. Kalau ada sosok pembeli ideal yang diharapkan para marketer, mungkin itu ada di kakak saya. Serius!
Dari mereka, untuk mereka, dan bagi mereka. Begitu merakyat… inilah akar sebuah komunitas yang kuat.
Fitur “Toko selebritis” yang diharapkan menjadi daya tarik malah dapat menimbulkan kesan eksklusif. Tidak merakyat. Dan dengan suntikan dana 2 juta dollar US, menurut saya Plasa.com terlalu cepat ingin menjadi besar. Hey! Besar dan tidak merakyat, bukankah itu sosok Goliath? Bukankah yang kita butuhkan adalah sosok David? (baca: David vs Goliath Syndrome).
Entah kemana arah internet marketing Indonesia akan dibawa, mungkin waktu yang akan menjawabnya. Hmm, kalau Anda diberi 2 juta dollar US, apa yang akan Anda lakukan untuk internet marketing Indonesia?
Related Posts: