Coba tebak, video apa yang paling banyak ditonton orang sepanjang masa di YouTube sampai saat ini? Mungkin ada yang berpikir, “Ah… tebak-tebakan ga mutu. Tentu saja video legendaris berjudul Evolution of Dance karya Judson Laipply, kan?” Maaf! Kali ini Anda salah.
“Eh masa? Jangan-jangan Music Is My Hot Hot Sex itu kembali nangkring di peringkat pertama ya?” Tet tot! Masih salah. Video tersebut memang pernah menjadi nomor 1 di bulan Maret 2008 menggeser Evolution of Dance, namun setelah terbukti menggunakan teknik tidak terpuji untuk mendongkrak stat, video ini pun di-delete oleh Clarus Bartel si pembuat klip.
“Kalau begitu video klipnya Avril Lavigne yang berjudul Girlfriend. Ya kan?“. Yang ini juga sama, Agustus 2008 memang sempat menjadi yang terbanyak dilihat. Namun begitu ketahuan kalau statistik dimanipulasi oleh fansite-nya Avril, video klip ini pun dihapus.
“Video porno?“. #@*$&%^$!!! Ah sudahlah… sebaiknya saya jawab saja sendiri.
Evolution of Dance memang sempat lengser dari posisi puncak oleh dua video klip tersebut yang ternyata menggunakan cara-cara yang tidak benar. Namun sejak Oktober 2009, untuk ketigakalinya Evolution of Dance harus puas duduk di peringkat kedua. Kali ini penantangnya adalah 2 orang bocah asal Inggris lewat video yang berjudul “Charlie Bit My Finger – Again!“. Oke, biar ga penasaran, sebaikan kita lihat dulu videonya:
Nah, apa sih istimewanya video berdurasi 55 detik tersebut? Sampai-sampai ketika tulisan ini dibuat, video tersebut sudah dilihat sebanyak 149.963.947 kali. Cukup jauh meninggalkan Evolution of Dance di peringkat kedua dengan hit 134.697.307 kali.
“Ah… jangan-jangan pake cara yang ga bener lagi.”
Sebelum menuduh yang tidak-tidak, sebaiknya kita melihat ke kejadian-kejadian sebelumnya. Ternyata YouTube tidak perlu waktu lama untuk menganalisa video-video yang menggunakan cara curang tersebut. Dan video ini sudah bertahan 4 bulan. Jadi kemungkinan tuduhan tersebut bisa kita abaikan.
Lalu apa kira-kira yang bikin video ini nangkring di #1?
Ada beberapa alasan dan hal yang bisa kita petik dari video ini. Diantaranya adalah:
- Video ini dibuat tidak untuk menjadi #1. Ayah dari kedua anak tersebut, Howard Davies-Carr, awalnya mengupload video ini agar dapat dilihat oleh ayah baptis anak tersebut yang berada di Amerika Serikat. Sesederhana itu. Bukan untuk promosi. Tidak ada udang dibalik batu.
- The Power of Viral Marketing. Harry si kakak menunjukkan rasa kasih sayang yang besar ke si adik, Charlie. Meski si adik menggigit jarinya, Harry malah tersenyum. Sungguh… ekspresi wajahnya lucu banget
Mungkin saja orang-orang yang menontonnya merasa tersentuh lalu kemudian dengan suka rela menge-buzz video ini ke teman-teman mereka lewat blog (seperti yang saya lakukan sekarang) atau situs-situs jejaring sosial. Dan kemudian virus pun bereplikasi dengan cepat. That’s the power of viral marketing! - Tidak perlu cara curang untuk menjadi #1. Memang benar untuk menjadi nomor 1 di YouTube (begitu juga di mesin pencari untuk keyword yang populer) adalah hal yang tidak mudah. Tapi bukannya tidak mungkin kan? Setidaknya dua bocah ini sudah membuktikannya. Ingat, kita sekarang berada di zaman New Wave; zaman dimana apa saja mungkin terjadi. Lupakan Black Hat SEO!
Muara dari tulisan saya kali ini adalah, “Ada baiknya kita tidak memikirkan hasil dari apa yang kita kerjakan. Lakukan yang terbaik, dengan sedikit ‘keajaiban’ semuanya akan menjadi mungkin.“
Related Posts: