Saat ini kita sedang berada di masa transisi. Web 2.0 sedang berada di titik akhir kesempurnaannya. Di sisi lain, Web 3.0 sedang mencari bentuknya. Tidak ada definisi pasti yang dapat menggambarkan masing-masing era perkembangan Web. Saya lebih suka mengatakan bahwa Web 1.0 adalah era yang statis dan ego sentris, Web 2.0 adalah era yang dinamis dengan komponen komunitas dan kontribusi, sedangkan Web 3.0 adalah era kolaborasi dan masih mengandalkan komunitas di dalamnya. Bedanya, komunitas yang ada kini semakin kuat dan semakin memiliki jati diri.

Bisa jadi Teori Motivasi dari Abraham Maslow adalah benar, bahwa manusia secara psikologis membutuhkan komunitas untuk aktualisasi diri. Tapi mungkin dia tidak akan menyangka bahwa komunitas akan berkembang menjadi bentuk seperti yang kita lihat saat ini. Komunitas yang ada bukan lagi sekedar sekelompok orang-orang yang memiliki ketertarikan, pekerjaan atau aktivitas yang sama. Mereka menggerakkan. Mereka ingin berbuat sesuatu. Dan mereka tahu… mereka memiliki kekuatan untuk itu. Kini, “People Power” pun memasuki sebuah era baru, era The New Wave.
Tak asing lagi bagi kita, di televisi sering muncul berita mengenai dukungan suatu kelompok di komunitas jejaring Facebook. Masih ingatkah Anda tentang kisah seorang pasien bernama ibu Prita Mulyasari yang menuntut keadilan namun malah dia yang masuk penjara? Masyarakat pun memberikan dukungan melalui situs jejaring Facebook. Ketika artikel ini ditulis, Kelompok “Dukung Prita Mulyasari” berjumlah 94.480 anggota. Jumlah tersebut menurun dibandingkan bulan Juni lalu yang sempat mencatat angka 144.307 anggota. Namun itulah era New Wave dimana setiap orang memiliki kebebasan untuk menentukan apakah mereka bergabung atau tidak.
Kasus yang saat ini sedang panas-panasnya antara cicak dan buaya KPK dan POLRI, dukungan untuk kedua pihak juga mengalir lewat Facebook. Meski bernama “200-juta Dukungan Untuk POLRI Ungkap Kasus Pimpinan KPK, Chandra Hamzah & Bibit Samad Rianto“, nyatanya sampai saat ini baru tercatat 72.705 anggota. Masih kalah jauh dibanding dengan kelompok “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto” yang sudah mencatat 1.328.302 anggota! Suatu komunitas dapat berkembang dengan begitu cepatnya. Digital People Power benar-benar sebuah kekuatan baru untuk membentuk opini publik.
Jelas, ini adalah sebuah kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan pak Presiden SBY pun memperhitungkan hal ini dalam menentukan sikapnya terhadap isu-isu yang ada, seperti yang termuat dalam artikel berikut:
Sebelumnya SBY menyatakan satu bulan terakhir ini dia terus mengikuti berbagai isu dan wacana masyarakat terkait kemelut proses hukum Bibit-Chandra baik lewat media massa, SMS, jejaring Facebook dan Blackberry. Gelombang pro dan kontra, hilangnya rasa kepercayaan dan kecurigaan yang muncul, bagi SBY sejauh ini masih dalam batasan yang wajar. – detiknews.com
Kita telah sampai pada sebuah era baru, dimana “sebuah pesan” begitu mudah disampaikan. Sebuah era dimana telah tersedia media yang memungkinkan virus-virus ide dapat berkembang biak dengan lebih cepat dibanding sebelumnya.
Selamat Datang!
*Artikel ini ditulis sebagai bentuk partisipasi dalam acara Bloggers @ MarkPlus Conference 2010*
Related Posts: