Terus terang, saya tidak menyukai CAPTCHA yang dipasang pada sistem komentar blog. Bagi yang belum tahu, CAPTCHA itu singkatan dari “Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart“, atau sebuah challenge-response test yang digunakan untuk memastikan bahwa sebuah input atau respon berasal dari manusia. Kalau digunakan untuk registrasi email, forum atau situs-situs tertentu sih ngga masalah. Tapi untuk berkomentar pada blog, saya tidak setuju.

Ketika awal-awal muncul yang namanya komentar spam dan plugin anti-spam (Akismet) belum berkembang seperti sekarang, CAPTCHA bisa dikatakan dewa penyelamat. Saya masih ingat masa-masa ketika dalam sehari saya harus menghapus ratusan (baca: RATUSAN) komentar-komentar sampah yang menawarkan obat kuat seperti viagra, cialis atau levitra. Banyak blogger yang kemudian memasang CAPTCHA untuk menangkal komentar yang dikerjakan oleh sistem tersebut.
CAPTCHA itu jenisnya macam-macam. Yang paling umum adalah kita harus mengetikkan kombinasi huruf dan angka yang ditampilkan pada gambar. Jenis lain ada juga yang harus menjawab penjumlahan sederhana atau pertanyaan yang bisa dijawab anak SD sekalipun.
Itu dulu…
Namun kini, menurut saya CAPTCHA tak ubahnya seperti sebuah tembok penghalang untuk berkomentar. Anda ingin blog Anda mendapatkan komentar dari pengunjung. Tapi Anda malah memasang sebuah tembok penghalang yang harus dipanjat terlebih dahulu oleh mereka yang ingin berkomentar. Bukankah hal ini merepotkan?
Cara yang paling mudah adalah dengan mempercayakan pada plugin antispam seperti Akismet. Mungkin saja ada satu atau dua komentar yang lolos, tapi mudah saja untuk memencet tombol “Delete” atau “Spam“, bahkan dari Dashboard blog Wordpress kita kan?
Sedikit saran untuk pengguna CAPTCHA, coba matikan sejenak plugin CAPTCHA Anda. Begitu juga bagi Anda yang masih mengaktifkan moderasi untuk komentar, matikan. Lalu aktifkan Akismet!
Intinya sederhana. Kurangi penghalang bagi pengunjung, meski itu sekedar menjawab 1+1=2.
Happy Blogging!
*Cartoon taken from Geek and Poke*
Related Posts: