Meski saya sudah ngeblog selama 8 tahun, bukan berarti saya tahu segalanya tentang blog. Saya bukanlah pakar, bukan penulis handal, bukan ahli ngoprek theme-nya Wordpress. Saya hanyalah seorang blogger biasa yang senang berbagi. Itu saja. Dalam perjalanan ngeblog ini, saya kerap kali mendapatkan email yang menanyakan tentang seluk-beluk blog. Saya selalu coba menjawab sebisanya, dari sudut pandang saya tentunya. Diterima ya syukur, dibantah ya sudah.
Ada sebuah pertanyaan yang pernah mampir ke email saya dan akan saya bagi kali ini. Begini isinya:
Dok, saya seorang blogger pemula. Saya sudah mencoba menulis blog yang orisinal, tidak copy paste, dan menurut saya bermanfaat untuk orang-orang. Saya pun sudah melakukan blogwalking dan berkomentar yang sopan di blog-blog tersebut. Tapi kenapa ya masih sedikit sekali yang memberi kunjungan balik dan berkomentar di blog saya?
Dahulu, kita lumayan susah mencari ruang atau media untuk berekspresi. Saya masih ingat ketika SMP saya mengirimkan puisi-puisi saya ke redaksi surat kabar Wiyata Mandala (korannya pelajar-red) dan menunggu dalam ketidakpastian untuk sekedar agar karya saya dibaca orang. Dan ketika dimuat, senangnya bukan kepalang (padahal ga dapet honor). Surat kabar, televisi atau radio adalah media berekspresi yang cukup handal saat itu. Mereka memiliki orang-orang yang siap memberi perhatian (attention).

Saat ini, media berkespresi begitu terbuka. Blog dan Youtube adalah contoh yang sempurna untuk menggambarkan hal ini. Sekarang siapa saja dengan mudah membuat blog dan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya. Siapa saja dengan mudah membuat video tentang dirinya agar bisa ditonton orang-orang. Masalahnya, perhatian (attention) yang semakin susah untuk dicari.
Masalah tersebut kurang lebih dapat saya gambarkan seperti grafik di atas. Ketika media berekspresi (warna hijau) semakin terbuka seiring bertambahnya waktu (grafik naik ke atas), perhatian (warna merah) justru semakin susah untuk didapatkan (grafik turun ke bawah).
Ketika tahun 2000-2002, blogger masihlah sedikit. Munculnya blogger baru dengan mudah diketahui orang-orang. Tahun 2005 saja Technorati mencatat blog baru muncul setiap 2,2 detik atau 38.000 blog baru setiap hari. Apalagi sekarang…
Lalu apa donk solusi untuk pertanyaan email di atas? Saya sih menyarankan untuk kembali ke hakekatnya; bahwa blog itu untuk berbagi, bukan untuk mencari perhatian, apalagi mencari sensasi. Kalau sudah begitu, dapet ga dapat pengunjung, ada atau tidak ada komentar, ngeblog jalan terus! Setuju?