About

Planet Bloggerian adalah aggregator daripada tulisan-tulisan members Forum Bloggerian.

Subscribe

Untuk mendaftar, menghubungi kami, kasih kritik, saran dll, silakan isi Contact Form.

Desclaimer

The intellectual property of the content that is found in this website belongs exclusively to the origin authors.

Statistics

Bloggerian Top Hits

Feeds

3756 items (3752 unread) in 34 feeds

  • Medical Alarm System

    Posted: September 23rd, 2008, 2:00am WIT by Deddy Andaka
    TagsFitness and Health  

    Medical alert system, sometimes referred to as medical alarm, is essentially personal emergency medical devices that are monitored 24 hours a day, seven days a week. The purpose of these devices is to provide protection for seniors and those in ill health or a weakened state. If your loved one experiences a medical emergency, the monitoring system provided by medical alarm makes it possible to reach help immediately.

    How do you feel if your parent or grandparent lives alone and may fall with no one around to help? Imagine them falling down in the house so badly that they can?t even push a button. What about if your parent or grandparent is on the road outdoors and they suddenly need immediate help and no one knows where they are, in fact, they may not know where they are?

    That?s what medical alarm from BrickHouse Alert takes a part. BrickHouse Alert is the trusted name in high-tech safety and security solutions for home and emergency response systems.

    How does the system work? One is for in the home and has a fall alert detector that alerts emergency personnel that they have fallen and can?t even push a button. This activates the medical alert system wirelessly and sends information to the console. At this point the system is instructed to either contact the company’s 24 hour response center. The other product is a GPS Tracking Bracelet with 2-way speakerphone so they can use it like a cell phone and call for help, or the wearer can be found in cases of wandering due to Alzheimer?s.

    A medical alarm is about more than just convenience - it is about freedom, independence, and peace of mind. These devices make it easier for your loved ones and yourself to feel secure. A medical alert device acts as a lifeline that could save someone you love in an emergency situation.

    To learn more about Medical Alarm Systems, check out the web Site at www.brickhousealert.com

    Permalink for 'Deddy/2008/09/23/Medical_Alarm_System'
  • ShopWiki : Healthy Online Shopping

    Posted: September 22nd, 2008, 1:24am WIT by Deddy Andaka
    TagsFitness and Health  

    Online shopping reached new heights in popularity in 2005 and the trend will continue to grow. Making an online shop is getting more and more popular each day. Sometime this can make a consumer like me being confuse to make a decision which online shop will I choose. When I was first introduced to ShopWiki, my thought was wow; this is such a new concept of online shopping. I think ShopWiki is the best and revolutionary for shopping website since it actively seeks out every store on the internet in a similar way that Google search engine did.

    At Shopwiki you can find anything you want to buy. For example if you want to find ?Health and Beauty? products, you just need to type and hit the search button and ShopWiki will provide so many information about what you are looking for. You can find Personal Guide Care that will show you what you should be considering in case you don’t have it, and help you find a replacement if you need it. Or you also can find Cosmetic and Skin Care Guide as almost all women?s favorite topic.

    User friendly and unique searching systems are another reason why you should try this one stop online shopping website. For example, when I search about ?Nutrition and Vitamin?, I can filter the result by its price, brand and also its colors. Overall, at ShopWiki you?ll find guide, resources and online stores, all at once. Amazing!

    Permalink for 'Deddy/2008/09/22/ShopWiki___Healthy_Online_Shopping'
  • Hukum Parkinson dalam Manajemen Waktu

    Posted: September 21st, 2008, 11:23pm WIT by Deddy Andaka
    TagsMindset  

    Pernah mendengar tentang Parkinson’s Law atau “Hukum Parkinson“? Tidak, saya tidak sedang membicarakan penyakit Parkinson yang diderita oleh legenda tinju Muhammad Ali tersebut. Hukum Parkinson yang saya maksud dalam hubungannya dengan manajemen waktu.

    Parkinson’s Law : work expands to fill the time available for its completion
    - Cyril Northcote Parkinson -

    Suatu tugas akan membengkak (dalam persepsi) untuk mengisi waktu yang tersedia untuk penyelesaiannya. Itu artinya, bila kita mengalokasikan waktu seminggu untuk tugas yang dapat diselesaikan dalam 2 jam, maka tugas tersebut akan meningkat dalam hal kerumitan dan menjadi lebih berat agar dapat “mengisi” waktu seminggu. Celakanya, kelebihan waktu tidak hanya diisi dengan tugas yang semakin berat tetapi tekanan dan stres untuk menyelesaikan tugas juga meningkat. Mungkin sebuah contoh untuk Hukum Parkinson ini adalah kejadian yang saya alami akhir Juli lalu.

    Masih banyak contoh lain yang kita temui dalam kehidupan ini. Rasanya cukup sering kita mendengar mahasiswa yang keteteran dalam mengerjakan skripsi atau tugas akhirnya. Beberapa di antaranya dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya. Namun tidak sedikit pula yang akhirnya menyerah kalah pada dead line yang tidak bisa diajak kompromi. Dari yang berhasil lolos, mengaku dapat menyelesaikan tugas tersebut dalam waktu seminggu (atau bahkan semalam!) dari waktu 6 bulan atau 1 tahun yang diberikan. Mengagumkan!

    Bagi yang terjun ke bisnis “review berbayar” tentu sering merasakan hal ini. Sebuah tugas umumnya diberikan waktu 5 hari untuk diselesaikan. Namun bila kita benar-benar mengerjakannya, berapa lama sih waktu yang kita butuhkan untuk menulis sebuah artikel review? Tak sampai 30 menit. Jadi, kenapa harus ada tugas yang expired? Tentu saja hal-hal di luar kewajaran seperti listrik mati, koneksi internet ngadat atau komputer rusak adalah pengecualian.

    Ya, adanya kelebihan waktu membuat kita jadi menunda perkerjaan. Lalu pekerjaan tersebut akan terlihat bertambah rumit dan berat. Begitulah Hukum Parkinson bekerja.

    Solusinya, dengan memperkirakan waktu penyelesaian tugas dengan baik, kita akan mendapatkan waktu lebih untuk tugas lain dan tugas tersebut akan turun kerumitannya pada tingkat yang seharusnya. Tentu saja, “memperkirakan waktu penyelesaian tugas” bukanlah hal yang mudah. Namun tidak ada salahnya jika kita selalu mencoba berlatih untuk mengalokasikan waktu sesingkat mungkin. Selamat mencoba!

    Permalink for 'Deddy/2008/09/21/Hukum_Parkinson_dalam_Manajemen_Waktu'
  • Viagra, Cialis and Levitra to Treat Erectile Dysfunction

    Posted: September 21st, 2008, 9:48pm WIT by Deddy Andaka
    TagsFitness and Health  

    If you?re one of the millions of men who suffer from erectile dysfunction (ED), known as impotence, now is the time to find a new start with the breakthrough oral treatment: generic Viagra (Sildenafil citrate). Generic Viagra works by improving a man?s response to sexual stimulation. So with Generic Viagra, a touch or a glance from your partner can again lead to something more.

    Generic Viagra is by far the most widely used treatment for ED. In the United States, more than 5 million men have turned to Generic Viagra to improve their sexual function. Doctors in the United States have prescribed Generic Viagra more than 16 million times. And Generic Viagra is available in more than 90 countries worldwide.

    Generic Viagra works in up to 85% of patients who take Generic Viagra experience an improvement in their erections. That means more than 4 out of every 5 couples who try Generic Viagra benefit from it. The effectiveness of Generic Viagra has been proven in clinical studies of thousands of patients.

    Another oral drugs to treat erectile dysfunction are generic Cialis (Tadalafil) and Levitra (Vardenafil). What are the differences between generic Cialis, Levitra and Viagra? Cialis, Levitra and Viagra work by a similar mechanism to cause erections. There are subtle differences in how long the drug works and how quickly it works. Levitra works a little longer than Viagra. They both take effect in about 30 minutes. With Levitra, the effects last for about 5 hours. With Viagra, the effects last approximately 4 hours. Cialis works a bit faster (within about 15 minutes), and the effects last much longer -up to 36 hours in some cases.

    For further assistance to buy Viagra, buy Cialis or buy Levitra Online, visit: www.omniipharma.com

    Permalink for 'Deddy/2008/09/21/Viagra__Cialis_and_Levitra_to_Treat_Erectile_Dysfunction'
  • Love and Smile Society

    Posted: September 18th, 2008, 7:45pm WIT by Deddy Andaka
    TagsHealth  

    Dari tanggal 6 September lalu, saya mengikuti Pradik (Pra Pendidikan) di RS Sanglah. Ini adalah sebuah prasyarat sebelum para residen yang sudah diterima untuk menjalani pendidikan spesialisasi memulai aktivitasnya di RS tersebut. Saya rasa hal seperti ini sungguh bermanfaat, banyak hal yang bisa didapatkan seperti pengenalan, tata tertib, mekanisme pelayanan rumah sakit, tehnik komunikasi pasien-dokter, masalah rekam medis, aspek hukum dalam dunia kedokteran, etika kedokteran, Inform Concern, kegiatan outbound ke Bedugul dan masih banyak lagi. Dan besok akan diselenggarakan penutupan untuk kegiatan ini. Banyak hal baru yang membuka pikiran saya, salah satunya akan saya angkat pada tulisan kali ini: “Love and Smile Society“.

    Materi ini dibawakan oleh dr. Nyoman Hariyasa Sanjaya, Sp.OG. Beliau adalah salah seorang staf pengajar di bagian Kandungan dan Kebidanan RS Sanglah, sekaligus seorang motivator. Beliau memulainya dengan menggali pikiran-pikiran kami tentang apa yang kami rasakan ketika memasuki sebuah tempat ibadah, maka jawaban-jawaban seperti “Rasa tenang, damai dan tentram” adalah hal umum yang akan kita berikan. Kemudian beliau melanjutkan apa yang dirasakan ketika memasuksi Rumah Sakit, maka jawaban-jawaban yang muncul adalah “Rasa takut, tegang, cemas” dan sebangsanya. Pertanyaan berikutnya adalah “Apa saja hal-hal buruk tentang RS Sanglah?“. Dengan mudah jawaban-jawaban yang muncul adalah pelayanan yang tidak ramah, birokrasi yang membingungkan, tempat parkir yang semrawut, suasana lingkungan yang kotor, dsb…

    Ternyata, berada di rumah sakit masih dianggap seperti berada di “neraka” bagi kebanyakan orang. Lalu, apakah kita hanya berdiam diri saja? Seperti kata seorang pakar kenegaraan, bila Bangsa Indonesia kita biarkan berjalan dengan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang merajalela, maka dalam 50 tahun ke depan Bangsa Indonesia hanya tinggal sejarah. Maka harus ada yang berani memulai untuk “bersih-bersih” seperti sepak terjang KPK selama ini. Begitu juga dengan RS Sanglah, bila semua hal negatif tersebut kita biarkan begitu saja, bukan hal yang mustahil dalam 50 tahun ke depan RS Sanglah tinggal kenangan… Karena hal itulah dr. Hariyasa mengajak kami semua untuk ikut bergabung dalam”Love and Smile Society” sebuah gerakan moral untuk membuat RS Sanglah yang seperti “neraka” menjadi seperti “surga”.

    Being a “Good Person” is like being a “Goal Keeper” - no matter how many goals we save, people remember only the ones we missed.

    Menjadi “Orang Baik” seperti menjadi “Penjaga Gawang” - tak peduli seberapa banyak gol yang kita selamatkan, orang-orang hanya mengingat yang luput dari kita. Begitu juga dengan profesi dokter (dan mungkin begitu juga dengan profesi yang lain), orang mungkin tak akan mengingat seberapa banyak jasa yang sudah dilakukan, namun begitu kita melakukan sebuah kesalahan, orang akan mengingat selamanya.

    Love and Smile Society adalah sebuah gerakan moral yang dimulai dari diri sendiri, dari masing-masing individu, untuk selau ingat bahwa dalam bekerja melayani masyarakat haruslah dengan “cinta kasih” dan tidak melupakan “senyuman”. Kita dapat memulainya dari hal-hal sederhana seperti misalnya menunjukkan jalan menuju ke sebuah ruang perawatan di Rumah Sakit bagi pengunjung pasien. Iya, bagi para medis mungkin saja RS Sanglah sudah seperti rumah sendiri, namun bagi pasien dan pengunjungnya, bisa jadi lorong-lorong rumah sakit seperti sebuah labirin tak berujung (meski sudah ada papan penunjuk jalan di setiap persimpangan).

    Setelah di awal acara kita sudah mengetahui “hal-hal buruk tentang RS Sanglah”, di akhir acara, dr. Hariyasa meminta saya untuk menyebutkan “10 Hal baik tentang RS Sanglah“. Ternyata tidak mudah, sungguh, namun setidaknya setelah acara tersebut kita belajar untuk melihat hal positif dari sesuatu yang mungkin bagi kebanyakan orang adalah buruk. Ok, berikut 10 Hal baik tentang RS Sanglah:

    1. RS Sanglah adalah rumah sakit pertama di Bali yang sudah melayani masyarakat sejak puluhan tahun lalu.
    2. RS Sanglah menjadi rumah sakit rujukan bagi rumah sakit daerah di Bali bahkan sampai ke Nusa Tenggara.
    3. RS Sanglah menjadi rumah sakit pendidikan bagi para dokter, dokter spesialis, dan tenaga perawat.
    4. RS Sanglah memberikan pelayanan gratis bagi masyarakat miskin melalu kerja samanya dengan Askeskin atau Jamkesmas.
    5. RS Sanglah juga memberikan pelayanan gratis bagi pegawai negeri melalui program Askes.
    6. RS Sanglah telah memberikan tarif yang murah (meski mahal dan murah itu adalah relatif), bahkan memberikan tenggang waktu kepada pasien dalam membayar biaya perawatan.
    7. RS Sanglah memiliki Wing International, yang memberikan pelayanan berstandar internasional.
    8. RS Sanglah berperan dalam menangani korban ledakan Bom di Bali tahun 2002 dan 2005.
    9. RS Sanglah merupakan rumah sakit siaga bencana yang ikut mengirimkan tenaga medis untuk menangani korban bencana seperti pada bencana Tsunami Aceh dan bencana gempa bumi di Yogjakarta.
    10. Satu lagi, RS Sanglah memiliki “Love and Smile Society” yang mau belajar dan berusaha untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

    Mudah-mudahan, niat baik ini dapat sampai kepada masyarakat agar mereka mengetahui bahwa seberapa miringnya pandangan masyarakat terhadap profesi kedokteran dan kesehatan, kami tidak hanya berdiam diri saja dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik lagi…

    Be Healthy, Be Happy… and Be Positive! ;)

    Permalink for 'Deddy/2008/09/18/Love_and_Smile_Society'
  • Sexual Health for Men

    Posted: September 6th, 2008, 1:47am WIT by Deddy Andaka
    TagsFitness and Health  

    The worse part of getting older is joint aches, sexual dysfunction and loss of hair. Once men crossed 50 years, they were considered to be old horses as far as sex was concerned. Sexual health is defined as the ability of two people to relate with each other sexually in a way that satisfies and rewards both. Most men probably are not aware of the relationship between remaining fit and good male sexual health. They have an unhealthy lifestyle which includes fatty food, lack of aerobic exercise and plenty of stress, all of which contribute to fat clogging those very arteries responsible for ensuring plentiful supply of blood to the penis. These clogged arteries lose their elasticity and become rigid, leading to an increase in the blood pressure, which further affects blood flow to the penis. Only when there is good blood flow can there be good penile health.

    Today there are more than 130 million men all over the world who are unable to have a proper erection or suffer from erectile dysfunction, known as impotence. It is the inability to maintain an erection for satisfactory sexual intercourse regardless of the capability of ejaculation.

    In 1998, when Pfizer launched Viagra, the first approved non-surgical treatment for erectile dysfunction. But Viagra had certain disadvantages; it only lasts for 4 hours. Viagra also cannot be taken with food. This is because food diminishes its effect. Thus Viagra means sex on an empty stomach.

    All these disadvantages were removed with the coming of Cialis that contains Tadalafil, a block buster drug which lasts not just for 4 hours, but a terrific 9 times longer ? 36 hours. What more Cialis can be taken along with a 100% fat diet and yet there will be no effect on its action.

    The right guidance is must to come out of any problems. So besides feeling depressed, try to come with a solution for your improved life. For further assistance visit: http://www.centerformenshealth.com

    Permalink for 'Deddy/2008/09/06/Sexual_Health_for_Men'
  • Dokter yang Baik, Seperti Apa?

    Posted: September 4th, 2008, 6:06am WIT by Deddy Andaka
    TagsHealth  

    Muara dari tulisan-tulisan saya tentang “Dokter, Tolong Baca Blog Saya“, “Dokter Dua Ribu” dan “Citra Dokter Indonesia di Mata Blogger” adalah pada sebuah pertanyaan, “Seperti apakah Dokter yang baik itu?“. Mungkin mudah saja untuk mendefinisikan dengan beberapa kata seperti apa pengacara, arsitek atau penulis yang hebat dengan melihat keberhasilannya memenangkan kasus sulit, membangun gedung-gedung dengan kontruksi terbaik atau yang selalu dapat menulis buku bestseller. Dan sebaliknya, sungguh sulit untuk mendefinisikan seperti apa Dokter yang baik. Apakah Dokter yang pintar? Rasa empati yang tinggi? Dokter yang ramah? Tarif yang murah? Tempat praktek yang bagus?

    Dokter yang baik bukanlah seseorang yang dapat menyembuhkan paling banyak karena pada beberapa specialties, kesembuhan bukanlah outcome (hasil) yang sering. Bukan seseorang yang dapat membuat diagnosis terbaik karena pada beberapa kasus yang dapat sembuh sendiri (self limited) atau kelainan yang belum dapat diobati, diagnosis tidak memberikan hasil yang berbeda bagi pasien. Bukan pula seseorang yang mengetahui lebih banyak fakta-fakta ilmiah karena dalam ilmu kedokteran; ketidaktahuan masih merajalela pada beberapa penyakit. Dokter yang baik juga bukan seseorang yang lembut, berbelas asih dan jujur kepada pasiennya karena kualitas ini sering kali tidak cukup untuk tindakan medis yang efektif. Bukan pula seseorang yang menemukan fakta atau pengobatan baru karena dewasa ini informasi baru hanyalah sebuah pecahan kecil dari ilmu pengetahuan untuk dimasukkan ke dalam teka-teki penelitian biomedis yang mahabesar.

    Profesi lain dapat dinilai dari hasil akhir mereka, tapi seorang dokter dapat dinilai baik ketika dia memiliki sebanyak mungkin atribut di atas.

    Carlos A Rizo, Alejandro R Jadad dan Murray Enkin dari Centre for Global eHealth Innovation, University Health Network, Toronto, Canada seperti yang dimuat pada BMJ (Britis Medical Journal) Vol 325, 2002, mencoba mencari tahu Dokter seperti apa yang diinginkan orang-orang. Dari jawaban-jawaban yang didapatkan, dibuatlah beberapa point yang sering muncul sebagai berikut:

    Kita semua menginginkan dokter yang dapat:

    1. Menghargai orang, sehat atau sakit, tanpa melihat siapa diri mereka.
    2. Mendukung pasien serta keluarganya kapan pun dan di mana pun mereka butuhkan.
    3. Mempromosikan kesehatan seperti halnya mengobati penyakit.
    4. Menjangkau kekuatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung pasien dengan informasi terbaik yang tersedia, sambil tak lupa menghormati nilai-nilai setiap individu.
    5. Selalu menanyakan pertanyaan-pertanyaan terbuka, membiarkan pasien berbicara, serta mendengarkan mereka dengan seksama.
    6. Memberikan saran yang jelas, membiarkan pasien berpartisipasi secara aktif dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan kesehatannya, menilai setiap situasi dengan hati-hati, serta membantu apapun situasinya.
    7. Menggunakan bukti klinik sebagai alat, bukan sebagai faktor penentu pelayanan, dengan rendah hati menerima kematian sebagai bagian yang penting dari kehidupan, serta menolong pasien menyusun perencanaan yang terbaik jika kematian sudah dekat.
    8. Bekerjasama dengan anggota lain dari tim pelayanan kesehatan.
    9. Menjadi seorang pendukung yang baik bagi pasien-pasiennya, pembimbing bagi profesi-profesi kesehatan lainnya, dan siap sedia belajar dari orang lain tanpa memandang usia mereka, peran, ataupun status.
    10. Akhirnya, kita menginginkan Dokter yang memiliki kehidupan yang seimbang serta melayani dirinya sendiri dan keluarganya sebagaimana orang lain.

    Secara ringkas, kita menginkan Dokter yang bahagia dan sehat, penuh perhatian dan kompeten, serta teman seperjalanan yang baik bagi orang-orang dalam petualangan yang kita sebut “kehidupan”.

    ~o0o~

    Nah, seperti gambar di atas, bayangkan bila anda mendapatkan sebuah lampu ajaib yang dapat mengabulkan permohonan, lalu anda meminta untuk diberi Dokter yang baik, maka ini adalah sebuah pertanyaan terbuka: Menurut anda, seperti apakah Dokter yang baik itu?

    Be Healthy, Be Happy!

    Permalink for 'Deddy/2008/09/04/Dokter_yang_Baik__Seperti_Apa_'
  • Neurologist

    Posted: September 1st, 2008, 2:54pm WIT by Deddy Andaka
    TagsPersonal life  

    Empat hari yang lalu saya mendapat kabar gembira, saya dinyatakan diterima untuk melanjutkan pendidikan di bagian Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana untuk periode Januari 2009. Itu artinya setelah satu tahun meninggalkan RS Sanglah saya akan kembali ke Rumah Sakit terbesar di Bali tersebut, namun bukan lagi berstatus ?dokter muda? atau coass, tapi sebagai seorang residen di bagian Neurologi atau Ilmu Penyakit Saraf. Bukan lagi dipaggil “dik”, tapi “dok” )

    Maze inside a man\'s brain

    Tanggal 8 September ini akan mulai masuk untuk pradik (pra pendidikan) yang nyambung dengan MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum) dan pra kondisi sampai 31 Desember 2008. Sedangkan pendidikannya sendiri terhitung mulai tanggal 1 Januari 2009. Yah, perjuangan baru saja dimulai. Doakan saya agar dapat menjalani pendidikan ini dengan baik…

    Permalink for 'Deddy/2008/09/01/Neurologist'